Imlek 2026 di Kota Tua Jakarta Meriah, Jakarta Light Festival Siap Bertransisi ke Ramadan
Senin, 16 Februari 2026 - 22:13 WIB
loading...
Suasana meriah di Kota Tua Jakarta Kota pada Senin (16/02/2026). Foto: Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Agenda menyambut perayaan Imlek 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta pada Senin (16/2/2026) berlangsung meriah. Tahun ini menjadi spesial karena adanya Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition yang digelar Pemprov DKI Jakarta.
Agenda ini menampilkan bagaimana perayaan budaya dapat berjalan berdampingan dengan momentum keagamaan lainnya. Kepala UPK Kota Tua Jakarta, Denny Aputra menyebut meski bertepatan dengan cuti bersama, minat masyarakat tetap tinggi.
Data statistik sementara pada Senin (16/2/2026) menunjukkan sekitar 23.000 orang sudah datang ke Kawasan Kota Tua Jakarta untuk menyaksikan gelaran menyambut Imlek ini.
Baca Juga : Serunya Perayaan Imlek 2026 di Kota Tua Jakarta, 30 Ribu Pengunjung Saksikan Jakarta Light Festival
“Berdasarkan data kami, sekitar 23.000 orang sudah datang malam ini, dan kami yakin akan terus bertambah,” ujarnya.
Denny menjelaskan, ada berbagai penampilan spesial hingga Selasa (17/2/2026) atau puncak perayaan Imlek. Mulai dari video maping, barongsai, lighthing show, hingga penampilan beberapa band ternama.
Menariknya, festival ini juga dirancang adaptif terhadap kalender keagamaan. Pada Selasa (17/2/2026) esok, video mapping yang ditampilkan akan mengalami perubahan tema dari Imlek menuju Ramadan jika sidang isbat memutuskan hari pertama Ramadan jatuh pada Rabu (18/2/2026.
“Setelah Maghrib akan ada transisi. Kalau tanggal 18 nanti masuk Ramadan, video mapping akan berubah menjadi Marhaban Ya Ramadan,” jelasnya.
Baca Juga : Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Warna Merah dan Emas? Ternyata Ini Alasannya
Menurut Denny, langkah ini adalah bentuk sensitivitas budaya dan sosial, mengingat Jakarta merupakan kota dengan latar belakang masyarakat yang beragam. Selain itu, ia juga memastikan fasilitas ibadah tersedia di sekitar kawasan Kota Tua bagi pengunjung yang ingin menunaikan salat tarawih.
Denny pun mengimbau masyarakat untuk datang secara tertib dan bijaksana. Ia mengimbau masyarakat datang menggunakan transportasi umum yang aksesnya tersedia hingga malam hari.
“Jaga barang bawaan masing-masing dan gunakan angkutan umum karena akses transportasi masih tersedia hingga malam hari,” pungkasnya.
Sebagai informasi, perayaan Imlek di Kota Tua Jakarta menampilkan video mapping sebagai daya tarik utama. Selain itu acara Jakarta Light Festival Chineese New Year Edition ini juga dimeriahkan sejumlah hiburan lainnya.
Selain di Kota Tua, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar acara peringatan Imlek di sejumlah titik. Di antaranya di Monas yang juga menunjukkan video mapping dan air mancur menari pada 16-17 Februari 2026.
Kemudian, ada Festival Imlek Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Festival Pecinan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, Harmoni Jakarta di Blok M Hub hingga Festival Klenteng Jakarta.
Agenda ini menampilkan bagaimana perayaan budaya dapat berjalan berdampingan dengan momentum keagamaan lainnya. Kepala UPK Kota Tua Jakarta, Denny Aputra menyebut meski bertepatan dengan cuti bersama, minat masyarakat tetap tinggi.
Data statistik sementara pada Senin (16/2/2026) menunjukkan sekitar 23.000 orang sudah datang ke Kawasan Kota Tua Jakarta untuk menyaksikan gelaran menyambut Imlek ini.
Baca Juga : Serunya Perayaan Imlek 2026 di Kota Tua Jakarta, 30 Ribu Pengunjung Saksikan Jakarta Light Festival
“Berdasarkan data kami, sekitar 23.000 orang sudah datang malam ini, dan kami yakin akan terus bertambah,” ujarnya.
Denny menjelaskan, ada berbagai penampilan spesial hingga Selasa (17/2/2026) atau puncak perayaan Imlek. Mulai dari video maping, barongsai, lighthing show, hingga penampilan beberapa band ternama.
Menariknya, festival ini juga dirancang adaptif terhadap kalender keagamaan. Pada Selasa (17/2/2026) esok, video mapping yang ditampilkan akan mengalami perubahan tema dari Imlek menuju Ramadan jika sidang isbat memutuskan hari pertama Ramadan jatuh pada Rabu (18/2/2026.
“Setelah Maghrib akan ada transisi. Kalau tanggal 18 nanti masuk Ramadan, video mapping akan berubah menjadi Marhaban Ya Ramadan,” jelasnya.
Baca Juga : Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Warna Merah dan Emas? Ternyata Ini Alasannya
Menurut Denny, langkah ini adalah bentuk sensitivitas budaya dan sosial, mengingat Jakarta merupakan kota dengan latar belakang masyarakat yang beragam. Selain itu, ia juga memastikan fasilitas ibadah tersedia di sekitar kawasan Kota Tua bagi pengunjung yang ingin menunaikan salat tarawih.
Denny pun mengimbau masyarakat untuk datang secara tertib dan bijaksana. Ia mengimbau masyarakat datang menggunakan transportasi umum yang aksesnya tersedia hingga malam hari.
“Jaga barang bawaan masing-masing dan gunakan angkutan umum karena akses transportasi masih tersedia hingga malam hari,” pungkasnya.
Sebagai informasi, perayaan Imlek di Kota Tua Jakarta menampilkan video mapping sebagai daya tarik utama. Selain itu acara Jakarta Light Festival Chineese New Year Edition ini juga dimeriahkan sejumlah hiburan lainnya.
Selain di Kota Tua, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar acara peringatan Imlek di sejumlah titik. Di antaranya di Monas yang juga menunjukkan video mapping dan air mancur menari pada 16-17 Februari 2026.
Kemudian, ada Festival Imlek Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Festival Pecinan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, Harmoni Jakarta di Blok M Hub hingga Festival Klenteng Jakarta.
(wur)
Lihat Juga :