Kenapa saat Puasa Kita Ingin Makan dan Minum yang Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Senin, 02 Maret 2026 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Perubahan jam tidur karena sahur dan ibadah malam juga berpengaruh. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan leptin (hormon kenyang).
Ketidakseimbangan ini membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan karbohidrat.
Pola Makan Tidak Seimbang Saat Sahur
Jika sahur hanya berisi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar tanpa cukup protein dan serat, gula darah akan naik cepat lalu turun cepat juga. Ini bisa membuat tubuh lebih mudah lapar gula menjelang berbuka.
Untuk itu, agar puasa tetap sehat dan tidak berujung konsumsi gula berlebihan, ada beberapa cara yang bisa dicoba seperti:
- Berbuka dengan 1–2 kurma dan air putih dulu, lalu makan utama yang seimbang
- Tambahkan protein di setiap waktu makan saat sahur dan berbuka
- Hindari minuman sangat manis sebagai minuman utama saat berbuka
- Pastikan hidrasi cukup karena dehidrasi kadang disalahartikan tubuh sebagai rasa lapar
- Cukup tidur agar hormon lapar lebih stabil.
Ketidakseimbangan ini membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan karbohidrat.
Pola Makan Tidak Seimbang Saat Sahur
Jika sahur hanya berisi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar tanpa cukup protein dan serat, gula darah akan naik cepat lalu turun cepat juga. Ini bisa membuat tubuh lebih mudah lapar gula menjelang berbuka.
Untuk itu, agar puasa tetap sehat dan tidak berujung konsumsi gula berlebihan, ada beberapa cara yang bisa dicoba seperti:
- Berbuka dengan 1–2 kurma dan air putih dulu, lalu makan utama yang seimbang
- Tambahkan protein di setiap waktu makan saat sahur dan berbuka
- Hindari minuman sangat manis sebagai minuman utama saat berbuka
- Pastikan hidrasi cukup karena dehidrasi kadang disalahartikan tubuh sebagai rasa lapar
- Cukup tidur agar hormon lapar lebih stabil.
(wur)
Lihat Juga :