Time Magazine Nobatkan House of Tugu Jakarta World’s Greatest Places 2026
Rabu, 18 Maret 2026 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A

Salah satu artefak budaya Peranakan di Batavia dari tahun 1740. Foto/Armydian Kurniawan
Melalui koleksi seni, arsitektur, serta narasi sejarah yang hadir di setiap sudutnya, tempat ini menghadirkan pengalaman yang menghubungkan pengunjung dengan lapisan sejarah Jakarta dan Nusantara.
Akar cerita tempat ini berawal dari perjalanan panjang menjaga sejarah Indonesia. Pendiri Tugu, Anhar Setjadibrata, mulai mengumpulkan artefak sejak 1960-an. Ia menemukan banyak peninggalan berharga dalam kondisi terabaikan di berbagai daerah.
Bersama sang istri, Wedya Julianti, upaya itu berkembang menjadi gerakan pelestarian budaya. Koleksi tersebut kemudian menjadi fondasi lahirnya Tugu Group. Kini, artefak itu hidup dalam ruang-ruang yang bisa dinikmati publik luas.
Semangat tersebut diteruskan oleh generasi berikutnya di Tugu Group. Co-owner Tugu Hotels & Restaurants Group, Lucienne Anhar, menegaskan misi utama mereka. “Kami ingin menjaga kisah masyarakat Indonesia tetap dikenang,” ujarnya.
Lihat Juga :