Terungkap! Ratu Elizabeth II Tak Mau Teleponan Berdua dengan Pangeran Harry, Ini Alasannya
Jum'at, 03 April 2026 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Dalam bukunya, Vickers juga mengungkap cerita lama sebelum pernikahan Harry dan Meghan pada 2018 di Katedral St. George.
Ia menulis bahwa Ratu Elizabeth II sempat menyarankan Harry untuk menunda pernikahan. Bahkan, beberapa anggota keluarga kerajaan disebut tidak sepenuhnya mendukung hubungan tersebut.
Pangeran Philip, misalnya, dikabarkan bersikap dingin terhadap Meghan, sementara Raja Charles III disebut menyarankan Harry untuk tidak terburu-buru.
Meski demikian, Harry tetap melangsungkan pernikahan mewah dengan Meghan pada Mei 2018.
Ketegangan di Lingkungan Istana
Setelah menikah, pasangan ini sempat tinggal di Frogmore Cottage, Windsor. Namun, kehidupan mereka di sana juga tidak lepas dari kontroversi.
Vickers mengklaim bahwa Ratu pernah menegur Meghan karena dianggap bersikap kurang ramah terhadap seorang staf taman di area istana. Meski begitu, klaim ini belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.
Buku karya Hugo Vickers ini dijadwalkan terbit di Inggris pada 8 April. Seperti banyak kisah keluarga kerajaan lainnya, isi buku tersebut kembali memicu perdebatan—antara fakta, persepsi, dan sudut pandang pribadi.
Ia menulis bahwa Ratu Elizabeth II sempat menyarankan Harry untuk menunda pernikahan. Bahkan, beberapa anggota keluarga kerajaan disebut tidak sepenuhnya mendukung hubungan tersebut.
Pangeran Philip, misalnya, dikabarkan bersikap dingin terhadap Meghan, sementara Raja Charles III disebut menyarankan Harry untuk tidak terburu-buru.
Meski demikian, Harry tetap melangsungkan pernikahan mewah dengan Meghan pada Mei 2018.
Ketegangan di Lingkungan Istana
Setelah menikah, pasangan ini sempat tinggal di Frogmore Cottage, Windsor. Namun, kehidupan mereka di sana juga tidak lepas dari kontroversi.
Vickers mengklaim bahwa Ratu pernah menegur Meghan karena dianggap bersikap kurang ramah terhadap seorang staf taman di area istana. Meski begitu, klaim ini belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.
Buku karya Hugo Vickers ini dijadwalkan terbit di Inggris pada 8 April. Seperti banyak kisah keluarga kerajaan lainnya, isi buku tersebut kembali memicu perdebatan—antara fakta, persepsi, dan sudut pandang pribadi.
(wur)
Lihat Juga :