Riset Klinis Masih Tertinggal, Kolaborasi Global Diperkuat untuk Akses Terapi Inovatif
Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB
loading...
Partisipasi Indonesia dalam riset klinis global masih tergolong rendah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Partisipasi Indonesia dalam riset klinis global masih tergolong rendah. Data terbaru menunjukkan kontribusi Indonesia hanya sekitar 0,48 persen dari total uji klinis onkologi fase 2 dan 3 yang disponsori industri di kawasan Asia. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya akses pasien terhadap terapi inovatif yang masih dalam tahap pengembangan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Siloam International Hospitals menjalin kerja sama strategis dengan ICON Clinical Research Limited (ICRL). Kolaborasi ini difokuskan pada penyelenggaraan penelitian dan uji klinis berstandar internasional di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi nasional dalam ekosistem riset global.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Chief Medical Officer Siloam, dr. Grace Frelita, MM, dan Vice President ICON APAC Project Delivery, Suhail Ali, di Siloam Hospitals Lippo Village pada 17 April 2026. Sinergi ini menggabungkan jaringan rumah sakit, fasilitas modern, serta jumlah pasien yang besar milik Siloam dengan keahlian global ICON dalam pengelolaan uji klinis.
"Kami bangga dapat bermitra dengan ICON dan sangat antusias terhadap potensi besar yang dihadirkan melalui kolaborasi ini. Kemitraan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur dan kapabilitas riset Siloam, tetapi juga memperluas jangkauan internasional kami," ujar dr. Grace Frelita.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah memberikan manfaat langsung bagi pasien. "Melalui jaringan uji klinis yang lebih terstruktur, pasien di Indonesia akan mendapatkan akses lebih awal terhadap terapi inovatif dan pengobatan terkini," tambahnya.
Suhail Ali juga melihat peluang besar dari kolaborasi ini. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset klinis yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Dengan keunggulan klinis Siloam, infrastruktur yang terus berkembang, serta reputasi profesional yang kuat, kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan terapi transformatif dan meningkatkan akses masyarakat terhadap penelitian berkualitas tinggi," jelas Suhail.
Ke depan, ICON akan memprioritaskan Siloam dalam proses pemilihan lokasi studi untuk berbagai proyek uji klinis global. Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam mempercepat tahap awal penelitian, memastikan kepatuhan regulasi, serta meningkatkan kualitas data melalui pemanfaatan teknologi.
Meskipun jumlah uji klinis di Indonesia mulai meningkat—tercatat 66 studi sepanjang 2024—langkah percepatan masih dibutuhkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap inovasi medis sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset klinis di tingkat regional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Siloam International Hospitals menjalin kerja sama strategis dengan ICON Clinical Research Limited (ICRL). Kolaborasi ini difokuskan pada penyelenggaraan penelitian dan uji klinis berstandar internasional di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi nasional dalam ekosistem riset global.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Chief Medical Officer Siloam, dr. Grace Frelita, MM, dan Vice President ICON APAC Project Delivery, Suhail Ali, di Siloam Hospitals Lippo Village pada 17 April 2026. Sinergi ini menggabungkan jaringan rumah sakit, fasilitas modern, serta jumlah pasien yang besar milik Siloam dengan keahlian global ICON dalam pengelolaan uji klinis.
"Kami bangga dapat bermitra dengan ICON dan sangat antusias terhadap potensi besar yang dihadirkan melalui kolaborasi ini. Kemitraan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur dan kapabilitas riset Siloam, tetapi juga memperluas jangkauan internasional kami," ujar dr. Grace Frelita.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah memberikan manfaat langsung bagi pasien. "Melalui jaringan uji klinis yang lebih terstruktur, pasien di Indonesia akan mendapatkan akses lebih awal terhadap terapi inovatif dan pengobatan terkini," tambahnya.
Suhail Ali juga melihat peluang besar dari kolaborasi ini. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset klinis yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Dengan keunggulan klinis Siloam, infrastruktur yang terus berkembang, serta reputasi profesional yang kuat, kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan terapi transformatif dan meningkatkan akses masyarakat terhadap penelitian berkualitas tinggi," jelas Suhail.
Ke depan, ICON akan memprioritaskan Siloam dalam proses pemilihan lokasi studi untuk berbagai proyek uji klinis global. Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam mempercepat tahap awal penelitian, memastikan kepatuhan regulasi, serta meningkatkan kualitas data melalui pemanfaatan teknologi.
Meskipun jumlah uji klinis di Indonesia mulai meningkat—tercatat 66 studi sepanjang 2024—langkah percepatan masih dibutuhkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap inovasi medis sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset klinis di tingkat regional.
(dra)
Lihat Juga :