Membangun Kesadaran Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah Dasar
Selasa, 05 Mei 2026 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, perangkat TOA sendiri telah digunakan di sejumlah landmark dunia, seperti Stadion Noevir Kobe, Gedung Taipei 101, hingga Lapangan Tenis Wimbledon.
Sejalan dengan visi TOA Indonesia, Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, S.T., M.Sc., D.Phil. mengutarakan, “Literasi kebencanaan di Indonesia masih membutuhkan upaya ekstra dalam hal bagaimana masyarakat menerjemahkan informasi menjadi tindakan. Pertemuan dengan TOA Indonesia dalam forum ilmiah AIWEST telah membuka peluang kolaborasi baru untuk menjawab tantangan ini. Hari ini menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun bersama, dengan harapan dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Selain video animasi, TOA Indonesia juga berkomitmen mendukung implementasi perangkat komunikasi darurat di sekolah-sekolah dasar wilayah rawan bencana. Sistem komunikasi darurat terintegrasi ini membantu penyampaian pesan evakuasi secara cepat dan terkoordinasi, baik di dalam maupun luar ruangan, serta dirancang sebagai bagian dari early warning system untuk mendukung respons yang lebih sigap.
Analis Kebencanaan BNPB, Trevi Jayanti Puspasari turut menanggapi positif, “Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya di lapangan. Akademisi menghadirkan basis ilmiah, sementara industri membawa kapabilitas teknologi dan implementasi,” ujarnya.
Ke depan, TOA Indonesia dan Universitas Indonesia berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Melalui sinergi antara riset, edukasi, dan solusi praktis di lapangan, kedua pihak ingin mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan bencana yang lebih kuat dan responsif di Indonesia.
Sejalan dengan visi TOA Indonesia, Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, S.T., M.Sc., D.Phil. mengutarakan, “Literasi kebencanaan di Indonesia masih membutuhkan upaya ekstra dalam hal bagaimana masyarakat menerjemahkan informasi menjadi tindakan. Pertemuan dengan TOA Indonesia dalam forum ilmiah AIWEST telah membuka peluang kolaborasi baru untuk menjawab tantangan ini. Hari ini menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun bersama, dengan harapan dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Selain video animasi, TOA Indonesia juga berkomitmen mendukung implementasi perangkat komunikasi darurat di sekolah-sekolah dasar wilayah rawan bencana. Sistem komunikasi darurat terintegrasi ini membantu penyampaian pesan evakuasi secara cepat dan terkoordinasi, baik di dalam maupun luar ruangan, serta dirancang sebagai bagian dari early warning system untuk mendukung respons yang lebih sigap.
Analis Kebencanaan BNPB, Trevi Jayanti Puspasari turut menanggapi positif, “Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya di lapangan. Akademisi menghadirkan basis ilmiah, sementara industri membawa kapabilitas teknologi dan implementasi,” ujarnya.
Ke depan, TOA Indonesia dan Universitas Indonesia berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Melalui sinergi antara riset, edukasi, dan solusi praktis di lapangan, kedua pihak ingin mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan bencana yang lebih kuat dan responsif di Indonesia.
(dra)
Lihat Juga :