Kasus Penyakit Jantung di Usia Muda Meningkat, Dokter Ungkap Penyebabnya
Senin, 11 Mei 2026 - 16:30 WIB
loading...
Kasus penyakit jantung kini mulai serang usia muda. Foto: Ney York Post
A
A
A
JAKARTA - Dokter yang juga sering membagikan konten kesehatan, Adam Prabata menyoroti tren meningkatnya kasus penyakit jantung di usia muda di Indonesia. Lewat unggahan di akun media sosial X @AdamPrabata, dr. Adam mengungkap rata-rata usia diagnosis pertama penyakit jantung di Indonesia kini semakin muda dalam satu dekade terakhir.
Dari yang semula 48,5 tahun pada tahun 2013 menjadi 43,2 tahun pada 2023.
“Rata-rata usia diagnosis pertama penyakit jantung di Indonesia makin muda, dari 48,5 tahun pada 2013 menjadi 43,2 tahun pada 2023,” tulis Adam.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak anak muda yang mengalami serangan jantung. Padahal dulu, penyakit ini identik dengan usia lanjut.
Baca Juga : Jantung Koroner Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Dampak jika Takut Bedah Jantung
Dokter Adam menjelaskan faktor genetik memang berpengaruh besar. Di mana lebih dari 60 persen pasien serangan jantung usia muda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
“Kalau ada anggota keluarga laki-laki yang kena serangan jantung sebelum usia 45 tahun, atau perempuan sebelum 55 tahun, maka risikonya secara signifikan lebih tinggi,” jelasnya.
Namun dr. Adam menilai gaya hidup modern juga menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kasus penyakit jantung pada generasi muda. Misalnya kebiasaan sehari-hari seperti kurang bergerak, begadang, konsumsi makanan ultra-proses, hingga kebiasaan merokok.
“Kombinasi kecanggihan teknologi dan kehidupan perkotaan cenderung memicu kebiasaan malas gerak,” tulisnya.
Baca Juga : Batuk Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung, Waspadai Tandanya
Selain itu, dr. Adam juga mencontohkan pola hidup seperti terlalu sering menggunakan layanan pesan antar makanan, bekerja dari rumah tanpa aktivitas fisik cukup, hingga kebiasaan scroll media sosial sampai larut malam ikut berdampak pada kesehatan jantung.
“Jantung kita yang menanggung akumulasi pilihan-pilihan ini diam-diam selama bertahun-tahun,” lanjutnya.
Selain itu, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga disebut menjadi faktor risiko yang kini banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Karena itu, dr. Adam mengingatkan masyarakat untuk mulai mengubah persepsi bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua.
“Kalau kalian masih muda dan merasa ‘jantung itu penyakit orang tua’, maka saatnya mengubah persepsi tersebut karena data bilang sebaliknya,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol serta mulai memperbaiki pola hidup sejak dini.
Dari yang semula 48,5 tahun pada tahun 2013 menjadi 43,2 tahun pada 2023.
“Rata-rata usia diagnosis pertama penyakit jantung di Indonesia makin muda, dari 48,5 tahun pada 2013 menjadi 43,2 tahun pada 2023,” tulis Adam.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak anak muda yang mengalami serangan jantung. Padahal dulu, penyakit ini identik dengan usia lanjut.
Baca Juga : Jantung Koroner Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Dampak jika Takut Bedah Jantung
Dokter Adam menjelaskan faktor genetik memang berpengaruh besar. Di mana lebih dari 60 persen pasien serangan jantung usia muda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
“Kalau ada anggota keluarga laki-laki yang kena serangan jantung sebelum usia 45 tahun, atau perempuan sebelum 55 tahun, maka risikonya secara signifikan lebih tinggi,” jelasnya.
Namun dr. Adam menilai gaya hidup modern juga menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kasus penyakit jantung pada generasi muda. Misalnya kebiasaan sehari-hari seperti kurang bergerak, begadang, konsumsi makanan ultra-proses, hingga kebiasaan merokok.
“Kombinasi kecanggihan teknologi dan kehidupan perkotaan cenderung memicu kebiasaan malas gerak,” tulisnya.
Baca Juga : Batuk Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung, Waspadai Tandanya
Selain itu, dr. Adam juga mencontohkan pola hidup seperti terlalu sering menggunakan layanan pesan antar makanan, bekerja dari rumah tanpa aktivitas fisik cukup, hingga kebiasaan scroll media sosial sampai larut malam ikut berdampak pada kesehatan jantung.
“Jantung kita yang menanggung akumulasi pilihan-pilihan ini diam-diam selama bertahun-tahun,” lanjutnya.
Selain itu, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga disebut menjadi faktor risiko yang kini banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Karena itu, dr. Adam mengingatkan masyarakat untuk mulai mengubah persepsi bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua.
“Kalau kalian masih muda dan merasa ‘jantung itu penyakit orang tua’, maka saatnya mengubah persepsi tersebut karena data bilang sebaliknya,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol serta mulai memperbaiki pola hidup sejak dini.
(wur)
Lihat Juga :