Liburan Terbukti Bisa Turunkan Risiko Burnout, Ini Penjelasan Dokter
Minggu, 17 Mei 2026 - 15:37 WIB
loading...
Liburan bisa menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental. Foto: Yahoo
A
A
A
JAKARTA - Liburan ternyata bukan sekadar menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Namun juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental.
Hal ini dijelaskan oleh dokter sekaligus content creator kesehatan, Adam Prabata. Melalui cuitannya di X @AdamPrabata, ia mengaku terkejut setelah mengetahui hasil penelitian yang membahas hubungan antara liburan dan kondisi mental seseorang.
“Gua kaget pas tahu bahwa ternyata liburan bisa bermanfaat untuk kesehatan,” tulis Adam Prabata dalam unggahannya.
Dokter Adam menjelaskan bahwa penelitian tersebut melibatkan sekitar 200 orang yang dipantau selama satu tahun. Penelitian itu melihat durasi dan frekuensi liburan para partisipan.
Baca Juga : 4 Makanan Ampuh untuk Atasi Masalah Burnout, Nomor 3 Bisa Stabilkan Kadar Gula
Data tersebut dibandingkan dengan kondisi mental mereka, mulai dari tingkat stres, burnout , hingga well-being secara keseluruhan. Hasilnya, liburan disebut benar-benar terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Mulai dari menurunkan stres, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kualitas hidup, hingga membuat kondisi psikologis seseorang menjadi lebih baik. Tak hanya itu, Dokter Adam juga membagikan durasi dan frekuensi liburan yang dinilai paling optimal berdasarkan penelitian tersebut.
Di mana durasi liburan yang paling optimal adalah 1-2 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per tahun.
“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu. Frekuensi terbaik adalah 3–4 kali per tahun,” tulisnya lagi.
Menurut Adam, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa liburan singkat namun rutin justru lebih efektif dibandingkan hanya mengambil liburan panjang sekali dalam setahun.
Baca Juga : Sering Stres dan Overthinking? Terapkan 5 Cara Ini agar Pikiran Lebih Tenang
“Jadi bukan soal ‘liburan panjang sekali setahun’, tapi liburan lebih sering dalam durasi yang pas yang justru paling baik buat mental,” lanjutnya.
Untuk itu Dokter Adam pun mengingatkan masyarakat untuk mulai meluangkan waktu beristirahat dengan liburan. Ia mengimbau agar tidak menunggu sampai mengalami stres berat atau burnout untuk mengambil waktu istirahat.
“Mulai sekarang, jangan nunggu stres atau burnout dulu untuk rehat sejenak,” pungkasnya.
Hal ini dijelaskan oleh dokter sekaligus content creator kesehatan, Adam Prabata. Melalui cuitannya di X @AdamPrabata, ia mengaku terkejut setelah mengetahui hasil penelitian yang membahas hubungan antara liburan dan kondisi mental seseorang.
“Gua kaget pas tahu bahwa ternyata liburan bisa bermanfaat untuk kesehatan,” tulis Adam Prabata dalam unggahannya.
Dokter Adam menjelaskan bahwa penelitian tersebut melibatkan sekitar 200 orang yang dipantau selama satu tahun. Penelitian itu melihat durasi dan frekuensi liburan para partisipan.
Baca Juga : 4 Makanan Ampuh untuk Atasi Masalah Burnout, Nomor 3 Bisa Stabilkan Kadar Gula
Data tersebut dibandingkan dengan kondisi mental mereka, mulai dari tingkat stres, burnout , hingga well-being secara keseluruhan. Hasilnya, liburan disebut benar-benar terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Mulai dari menurunkan stres, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kualitas hidup, hingga membuat kondisi psikologis seseorang menjadi lebih baik. Tak hanya itu, Dokter Adam juga membagikan durasi dan frekuensi liburan yang dinilai paling optimal berdasarkan penelitian tersebut.
Di mana durasi liburan yang paling optimal adalah 1-2 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per tahun.
“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu. Frekuensi terbaik adalah 3–4 kali per tahun,” tulisnya lagi.
Menurut Adam, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa liburan singkat namun rutin justru lebih efektif dibandingkan hanya mengambil liburan panjang sekali dalam setahun.
Baca Juga : Sering Stres dan Overthinking? Terapkan 5 Cara Ini agar Pikiran Lebih Tenang
“Jadi bukan soal ‘liburan panjang sekali setahun’, tapi liburan lebih sering dalam durasi yang pas yang justru paling baik buat mental,” lanjutnya.
Untuk itu Dokter Adam pun mengingatkan masyarakat untuk mulai meluangkan waktu beristirahat dengan liburan. Ia mengimbau agar tidak menunggu sampai mengalami stres berat atau burnout untuk mengambil waktu istirahat.
“Mulai sekarang, jangan nunggu stres atau burnout dulu untuk rehat sejenak,” pungkasnya.
(wur)
Lihat Juga :