Fenomena Lipstick Effect Viral, Ini Alasan Cafe dan Mall Tetap Penuh saat Ekonomi Sulit
Selasa, 19 Mei 2026 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
“Mall rame bukan karena ekonomi baik. Mall rame karena orang butuh pelarian murah dari kenyataan yang mulai berat,” lanjutnya.
Dijelaskan pula bagaimana indikator untuk memahami lemahnya ekonomi. Mulai dari lemahnya rupiah, perlambatan konsumsi rumah tangga, hingga meningkatnya PHK di sejumlah sektor industri. Tak hanya itu, fenomena lipstick effect juga disebut bisa menciptakan ilusi bahwa kondisi ekonomi masih stabil.
Pasalnya dengan fenomena ini, aktivitas konsumsi tetap terlihat tinggi di permukaan. Padahal, sebagian masyarakat mulai mengandalkan utang atau menggerus tabungan demi mempertahankan gaya hidup.
“Keramaian di permukaan tidak selalu berarti fondasi yang kuat,” tulisnya lagi.
Oleh karena itu di tengah situasi saat ini, diingatkan pula soal bijaknya mengatur keuangan. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya dengan mencatat pengeluaran kecil yang rutin, memperkuat dana darurat, hingga mengurangi utang konsumtif untuk menjaga finansial tetap aman.
Dijelaskan pula bagaimana indikator untuk memahami lemahnya ekonomi. Mulai dari lemahnya rupiah, perlambatan konsumsi rumah tangga, hingga meningkatnya PHK di sejumlah sektor industri. Tak hanya itu, fenomena lipstick effect juga disebut bisa menciptakan ilusi bahwa kondisi ekonomi masih stabil.
Pasalnya dengan fenomena ini, aktivitas konsumsi tetap terlihat tinggi di permukaan. Padahal, sebagian masyarakat mulai mengandalkan utang atau menggerus tabungan demi mempertahankan gaya hidup.
“Keramaian di permukaan tidak selalu berarti fondasi yang kuat,” tulisnya lagi.
Oleh karena itu di tengah situasi saat ini, diingatkan pula soal bijaknya mengatur keuangan. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya dengan mencatat pengeluaran kecil yang rutin, memperkuat dana darurat, hingga mengurangi utang konsumtif untuk menjaga finansial tetap aman.
(wur)
Lihat Juga :