Maudy Ayunda Bangun Ruang Belajar Sementara untuk Anak-Anak Aceh Timur
Rabu, 20 Mei 2026 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per Februari 2026 menunjukkan situasi cukup memprihatinkan. Sebanyak 4.922 satuan pendidikan di Sumatera terdampak bencana banjir dan cuaca ekstrem.
Angka itu mencakup 3.120 sekolah di Aceh dengan lebih dari 707.161 murid terdampak. Selain itu, sebanyak 59.620 guru ikut merasakan gangguan proses pembelajaran pascabencana panjang. Banyak siswa akhirnya masih belajar menggunakan fasilitas terbatas hingga sekarang.
Kondisi tersebut mendorong Maudy Ayunda Foundation berkolaborasi bersama Save the Children Indonesia menghadirkan Temporary Learning Space atau Ruang Belajar Sementara. Program itu juga dilengkapi dukungan literasi bagi anak-anak terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Hasil Education Rapid Assessment memperlihatkan 90 persen sekolah sebenarnya sudah kembali belajar. Namun tingkat kehadiran siswa, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK masih rendah. Kendala akses, transportasi, dan kekhawatiran keamanan masih membayangi banyak keluarga hingga kini.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, memiliki pandangan serupa mengenai pemulihan pendidikan anak. “Belajar kembali adalah keberanian anak-anak untuk pulih,” katanya.
Angka itu mencakup 3.120 sekolah di Aceh dengan lebih dari 707.161 murid terdampak. Selain itu, sebanyak 59.620 guru ikut merasakan gangguan proses pembelajaran pascabencana panjang. Banyak siswa akhirnya masih belajar menggunakan fasilitas terbatas hingga sekarang.
Kondisi tersebut mendorong Maudy Ayunda Foundation berkolaborasi bersama Save the Children Indonesia menghadirkan Temporary Learning Space atau Ruang Belajar Sementara. Program itu juga dilengkapi dukungan literasi bagi anak-anak terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Hasil Education Rapid Assessment memperlihatkan 90 persen sekolah sebenarnya sudah kembali belajar. Namun tingkat kehadiran siswa, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK masih rendah. Kendala akses, transportasi, dan kekhawatiran keamanan masih membayangi banyak keluarga hingga kini.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, memiliki pandangan serupa mengenai pemulihan pendidikan anak. “Belajar kembali adalah keberanian anak-anak untuk pulih,” katanya.
(wur)
Lihat Juga :