Menghidupkan Sangkala Nyi Mas Gandasari: Broadway Lokal, Legacy Keluarga, dan Misi Merawat Sejarah Cirebon
Selasa, 02 Juni 2026 - 20:06 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Denny tidak menampik bahwa meramu pertunjukan ini penuh dengan tantangan teknis dan estetis. "Challenge-nya adalah bagaimana cerita ini harus menarik, eye catching, namun langgamnya tetap terjaga dan storyline-nya harus sesuai. Ini adalah kisah pahlawan dan juga syiar, jadi ini karya masterpiece Indonesia yang original," tegas Denny.
Denny juga berbagi cerita di balik pemilihan pemain, termasuk alasan di balik penunjukan nama-nama besar seperti Dewi Gita dan Asri Welas. "Mereka adalah artis yang multitalenta. Mereka siap berperan apa saja dan 'siap diapain aja'. Peran apapun dimakan," kelakar Denny memuji totalitas kedua aktris tersebut.
Sentuhan Modern ala Broadway di Graha Bhakti Budaya
Diprakarsai oleh Yayasan Prima Ardian Tana, drama musikal “Sangkala Nyi Mas Gandasari” siap menggebrak panggung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 14 Juni 2026. Pertunjukan ini menjanjikan pengalaman visual sinematik yang megah berkat balutan teknologi panggung modern, mulai dari sistem multimedia, panggung hidrolik, efek kabut, hingga tata cahaya artistik digital.
Pendiri Yayasan Prima Ardian Tana, Hj. Nani Yurniati Taufik, menegaskan bahwa kemasan modern ini sengaja dipilih untuk memikat generasi muda. Targetnya jelas: membuktikan bahwa kebudayaan Nusantara memiliki daya tawar yang tidak kalah bersaing dengan gempuran budaya asing seperti K-Pop atau teater musikal barat.
Denny juga berbagi cerita di balik pemilihan pemain, termasuk alasan di balik penunjukan nama-nama besar seperti Dewi Gita dan Asri Welas. "Mereka adalah artis yang multitalenta. Mereka siap berperan apa saja dan 'siap diapain aja'. Peran apapun dimakan," kelakar Denny memuji totalitas kedua aktris tersebut.
Sentuhan Modern ala Broadway di Graha Bhakti Budaya
Diprakarsai oleh Yayasan Prima Ardian Tana, drama musikal “Sangkala Nyi Mas Gandasari” siap menggebrak panggung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 14 Juni 2026. Pertunjukan ini menjanjikan pengalaman visual sinematik yang megah berkat balutan teknologi panggung modern, mulai dari sistem multimedia, panggung hidrolik, efek kabut, hingga tata cahaya artistik digital.
Pendiri Yayasan Prima Ardian Tana, Hj. Nani Yurniati Taufik, menegaskan bahwa kemasan modern ini sengaja dipilih untuk memikat generasi muda. Targetnya jelas: membuktikan bahwa kebudayaan Nusantara memiliki daya tawar yang tidak kalah bersaing dengan gempuran budaya asing seperti K-Pop atau teater musikal barat.
Lihat Juga :