Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Jum'at, 05 Juni 2026 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
“Memilih cloud-based ERP dari vendor yang telah memiliki rekam jejak global memberikan banyak manfaat, mulai dari stabilitas sistem, penerapan best practice internasional, keamanan data, skalabilitas, hingga keberlanjutan dukungan jangka panjang,” jelas Saverio.
Acara secara resmi dibuka oleh Yundi Tenggono, Strategic Enterprise Channel Director PTBSI. Dalam sambutannya, Yundi menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan organisasi secara menyeluruh.
“Keberhasilan implementasi cloud ERP membutuhkan kesiapan proses bisnis, kualitas data, kesiapan sumber daya manusia, serta pendampingan yang memahami kebutuhan operasional perusahaan. Pendekatan yang holistik dan kolaboratif menjadi kunci agar transformasi digital dapat memberikan nilai bisnis yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sepanjang diskusi, para narasumber juga membahas berbagai tantangan dan peluang transformasi digital di sektor manufaktur, termasuk pentingnya integrasi data, kolaborasi lintas departemen, peningkatan produktivitas, serta strategi implementasi yang realistis dan scalable.
Melalui Indonesia Manufacturing Symposium 2026, PTBSI kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi perusahaan manufaktur Indonesia membangun sistem enterprise yang terintegrasi dan adaptif. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade sejak berdiri pada 1998, PTBSI telah membantu berbagai organisasi mengoptimalkan proses bisnis melalui implementasi ERP, Enterprise Asset Management (EAM), Warehouse Management System (WMS), Manufacturing Execution System (MES), serta berbagai inovasi proses bisnis lainnya.
Komitmen tersebut diharapkan dapat membantu industri manufaktur Indonesia meningkatkan daya saing, mempercepat transformasi digital, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri masa depan yang semakin dinamis.
Acara secara resmi dibuka oleh Yundi Tenggono, Strategic Enterprise Channel Director PTBSI. Dalam sambutannya, Yundi menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan organisasi secara menyeluruh.
“Keberhasilan implementasi cloud ERP membutuhkan kesiapan proses bisnis, kualitas data, kesiapan sumber daya manusia, serta pendampingan yang memahami kebutuhan operasional perusahaan. Pendekatan yang holistik dan kolaboratif menjadi kunci agar transformasi digital dapat memberikan nilai bisnis yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sepanjang diskusi, para narasumber juga membahas berbagai tantangan dan peluang transformasi digital di sektor manufaktur, termasuk pentingnya integrasi data, kolaborasi lintas departemen, peningkatan produktivitas, serta strategi implementasi yang realistis dan scalable.
Melalui Indonesia Manufacturing Symposium 2026, PTBSI kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi perusahaan manufaktur Indonesia membangun sistem enterprise yang terintegrasi dan adaptif. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade sejak berdiri pada 1998, PTBSI telah membantu berbagai organisasi mengoptimalkan proses bisnis melalui implementasi ERP, Enterprise Asset Management (EAM), Warehouse Management System (WMS), Manufacturing Execution System (MES), serta berbagai inovasi proses bisnis lainnya.
Komitmen tersebut diharapkan dapat membantu industri manufaktur Indonesia meningkatkan daya saing, mempercepat transformasi digital, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri masa depan yang semakin dinamis.
(dra)
Lihat Juga :