Studi: Sinar UV Bunuh COVID-19 Tanpa Bahayakan Manusia
Senin, 21 September 2020 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut para peneliti, panjang gelombang 222 nm UVC tidak dapat menembus lapisan luar mata dan kulit manusia yang tidak hidup sehingga tak membahayakan sel-sel hidup di bawahnya. Nanometer setara dengan satu miliar meter.
Hal ini membuatnya menjadi alternatif yang lebih aman tetapi sama kuatnya dengan lampu antikuman UVC 254 nm yang lebih merusak, yang semakin banyak digunakan dalam mendisinfeksi fasilitas perawatan kesehatan.
Karena 254 nm UVC membahayakan jaringan manusia yang terpapar, ia hanya dapat digunakan untuk membersihkan ruangan kosong. (Baca Juga: Studi: Tenis Olahraga Paling Sempurna, Bisa Menambah Panjang Umur )
Menurut penelitian ini, 222 nm UVC dapat menjadi sistem desinfeksi yang menjanjikan untuk ruang publik yang ditempati, termasuk rumah sakit di mana infeksi nosokomial mungkin terjadi.
Namun, para peneliti menyarankan evaluasi lebih lanjut tentang keamanan dan efektivitas penyinaran UVC 222 nm dalam membunuh virus SARS-CoV-2 di permukaan dunia nyata karena penelitian mereka hanya menyelidiki kemanjuran in-vitronya.
Hal ini membuatnya menjadi alternatif yang lebih aman tetapi sama kuatnya dengan lampu antikuman UVC 254 nm yang lebih merusak, yang semakin banyak digunakan dalam mendisinfeksi fasilitas perawatan kesehatan.
Karena 254 nm UVC membahayakan jaringan manusia yang terpapar, ia hanya dapat digunakan untuk membersihkan ruangan kosong. (Baca Juga: Studi: Tenis Olahraga Paling Sempurna, Bisa Menambah Panjang Umur )
Menurut penelitian ini, 222 nm UVC dapat menjadi sistem desinfeksi yang menjanjikan untuk ruang publik yang ditempati, termasuk rumah sakit di mana infeksi nosokomial mungkin terjadi.
Namun, para peneliti menyarankan evaluasi lebih lanjut tentang keamanan dan efektivitas penyinaran UVC 222 nm dalam membunuh virus SARS-CoV-2 di permukaan dunia nyata karena penelitian mereka hanya menyelidiki kemanjuran in-vitronya.
(tsa)
Lihat Juga :