Inovasi Layanan Ortopedi Dorong Pemulihan Pasien Lebih Cepat dan Terarah
Selasa, 09 Juni 2026 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
“Teknologi penting untuk meningkatkan presisi dan keamanan tindakan, tetapi tujuan utama kami adalah membantu pasien kembali bergerak dan hidup lebih baik. Dalam banyak kondisi, terapi konservatif, rehabilitasi terarah, dan pemantauan berkelanjutan juga memiliki peran penting dalam perjalanan pemulihan pasien,” ujar dr. Henry.
Pada pasien dengan gangguan sendi lutut, keberhasilan layanan ortopedi tidak hanya dilihat dari tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan pasien untuk kembali beraktivitas. Hal ini mencakup berjalan, bekerja, beribadah, berolahraga, dan menjalani kegiatan harian dengan lebih nyaman.
Pengalaman tersebut dirasakan Iskandar Abubakar, salah satu pasien Total Knee Replacement atau TKR di Siloam Hospitals Mampang. Sebelum menjalani tindakan, ia mengalami keterbatasan gerak akibat keluhan pada lutut.
“Bagi saya, keputusan untuk menjalani tindakan TKR bukan keputusan yang mudah. Ada rasa khawatir, tetapi sejak awal saya mendapatkan penjelasan yang jelas dan dukungan yang baik. Yang paling berarti bagi saya adalah merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan, tetapi juga dalam proses untuk bisa kembali bergerak dan beraktivitas dengan lebih baik,” ujar Iskandar.
Pengalaman serupa juga dialami Vera, pasien bilateral knee replacement atau penggantian sendi lutut pada kedua kaki. Dalam tiga bulan setelah operasi, Vera disebut telah kembali menjalani aktivitas harian dengan lebih nyaman, bahkan mengikuti kompetisi olahraga dan meraih kemenangan.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan pentingnya layanan ortopedi yang tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga pada pemulihan pasien secara menyeluruh. Dengan pendekatan terintegrasi, pasien diharapkan dapat kembali bergerak, pulih dengan percaya diri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Pada pasien dengan gangguan sendi lutut, keberhasilan layanan ortopedi tidak hanya dilihat dari tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan pasien untuk kembali beraktivitas. Hal ini mencakup berjalan, bekerja, beribadah, berolahraga, dan menjalani kegiatan harian dengan lebih nyaman.
Pengalaman tersebut dirasakan Iskandar Abubakar, salah satu pasien Total Knee Replacement atau TKR di Siloam Hospitals Mampang. Sebelum menjalani tindakan, ia mengalami keterbatasan gerak akibat keluhan pada lutut.
“Bagi saya, keputusan untuk menjalani tindakan TKR bukan keputusan yang mudah. Ada rasa khawatir, tetapi sejak awal saya mendapatkan penjelasan yang jelas dan dukungan yang baik. Yang paling berarti bagi saya adalah merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan, tetapi juga dalam proses untuk bisa kembali bergerak dan beraktivitas dengan lebih baik,” ujar Iskandar.
Pengalaman serupa juga dialami Vera, pasien bilateral knee replacement atau penggantian sendi lutut pada kedua kaki. Dalam tiga bulan setelah operasi, Vera disebut telah kembali menjalani aktivitas harian dengan lebih nyaman, bahkan mengikuti kompetisi olahraga dan meraih kemenangan.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan pentingnya layanan ortopedi yang tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga pada pemulihan pasien secara menyeluruh. Dengan pendekatan terintegrasi, pasien diharapkan dapat kembali bergerak, pulih dengan percaya diri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
(dra)
Lihat Juga :