Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Jum'at, 12 Juni 2026 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Dokter Adam menjelaskan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tidak sarapan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme gula darah. Salah satu penelitian yang dibahas yaitu dari Korea Selatan dengan melibatkan sekitar 12.000 responden.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang tidak pernah sarapan memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami resistensi insulin dibanding mereka yang rutin sarapan setiap hari. Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal.
Akhirnya gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan dan dapat meningkatkan risiko diabetes. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang hanya sarapan satu hingga empat kali dalam seminggu tetap memiliki risiko 17 persen lebih tinggi mengalami resistensi insulin dibanding kelompok yang sarapan setiap hari.
Baca Juga : Punya Kolesterol Tinggi? Hindari 5 Sarapan Ini Agar Jantung Tetap Sehat
Selain penelitian di Korea, terdapat juga penelitian di Jepang. Di mana disebutkan remaja yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko 95 persen lebih tinggi mengalami prediabetes. Menurut dr. Adam, ada beberapa yang menjadi penyebab hubungan antara tidak sarapan dengan gangguan metabolisme gula.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang tidak pernah sarapan memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami resistensi insulin dibanding mereka yang rutin sarapan setiap hari. Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal.
Akhirnya gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan dan dapat meningkatkan risiko diabetes. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang hanya sarapan satu hingga empat kali dalam seminggu tetap memiliki risiko 17 persen lebih tinggi mengalami resistensi insulin dibanding kelompok yang sarapan setiap hari.
Baca Juga : Punya Kolesterol Tinggi? Hindari 5 Sarapan Ini Agar Jantung Tetap Sehat
Selain penelitian di Korea, terdapat juga penelitian di Jepang. Di mana disebutkan remaja yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko 95 persen lebih tinggi mengalami prediabetes. Menurut dr. Adam, ada beberapa yang menjadi penyebab hubungan antara tidak sarapan dengan gangguan metabolisme gula.
Lihat Juga :