Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Rabu, 17 Juni 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, kecemasan juga menjadi salah satu pemicu paling umum yang membuat kondisi hiperhidrosis semakin terasa. Saat seseorang merasa terancam atau cemas, tubuh secara otomatis mengaktifkan respons alami yang dikenal sebagai fight or flight.
Respons ini membuat tubuh bersiap menghadapi ancaman dengan meningkatkan berbagai fungsi fisik. Keringat kemudian keluar sebagai bagian dari respons stres tersebut untuk membantu mengatur suhu tubuh.
“Begitu otak mengira ada potensi ancaman, meski cuma cemas, tubuh langsung bereaksi. Otot tegang, napas cepat, badan panas,” jelasnya.
Pada penderita hiperhidrosis, mekanisme ini dapat berlangsung lebih intens sehingga produksi keringat menjadi jauh lebih banyak dibandingkan orang pada umumnya.
Karena itu, seseorang yang sering mengalami telapak tangan basah saat gugup atau cemas belum tentu memiliki masalah pada paru-paru maupun jantung, melainkan bisa jadi mengalami hiperhidrosis yang dipicu oleh respons stres tubuh.
Respons ini membuat tubuh bersiap menghadapi ancaman dengan meningkatkan berbagai fungsi fisik. Keringat kemudian keluar sebagai bagian dari respons stres tersebut untuk membantu mengatur suhu tubuh.
“Begitu otak mengira ada potensi ancaman, meski cuma cemas, tubuh langsung bereaksi. Otot tegang, napas cepat, badan panas,” jelasnya.
Pada penderita hiperhidrosis, mekanisme ini dapat berlangsung lebih intens sehingga produksi keringat menjadi jauh lebih banyak dibandingkan orang pada umumnya.
Karena itu, seseorang yang sering mengalami telapak tangan basah saat gugup atau cemas belum tentu memiliki masalah pada paru-paru maupun jantung, melainkan bisa jadi mengalami hiperhidrosis yang dipicu oleh respons stres tubuh.
(wur)
Lihat Juga :