Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:31 WIB
loading...
Pernahkan kamu merasa ragu ketika akan mengkonsumsi Vitamin C karena khawatir akan dampak kesehatan jangka panjang. Foto/Freepik.
A
A
A
JAKARTA - Pernahkan kamu merasa ragu ketika akan mengkonsumsi Vitamin C karena khawatir akan dampak kesehatan jangka panjang, seperti risiko gangguan ginjal atau lambung yang perih.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr. Cecep Hermawan dalam akun instagramnya mengatakan, kekhawatiran itu bisa dijelaskan secara medis. Ia menjelaskan tubuh manusia memiliki batasan untuk mengkonsumsi Vitamin C.
Baca juga: Kenapa Tubuh Perlu Vitamin C Setiap Hari? Ini Peran Pentingnya
“Secara medis ketakutan kita beralasan. Jadi gini, tubuh kita punya batas maksimal buat nyerap vitamin C biasa. Sisa yang gagal diserap ini bakal dirombak jadi limbah bernama oksalat," kata dr. Cecep.
Ia menyebut, penumpukan oksalat akan menjadi sesuatu yang serius jika bertemu dengan kondisi urin yang pekat akibat kurangnya asupan cairan. Hal itu akan menyebabkan risiko pembentukan kristal yang memicu batu ginjal akan meningkat. Selain itu, sifat asam pada vitamin C konvensional seringkali menjadi pemicu ketidaknyamanan bagi mereka yang memiliki lambung sensitif.
Baca juga: Ini Waktu Terbaik Minum Jus Jeruk agar Manfaatnya Optimal
Namun, bukan berarti kita harus berhenti mengonsumsi vitamin C. Jika kita memilih jenis suplemen dengan daya serap yang lebih baik, maka hal itu bisa dihindari.
Meski demikian, dr. Cecep memberikan catatan penting bahwa pemilihan jenis suplemen saja tidak cukup. Untuk menjaga kesehatan organ tubuh secara maksimal, setiap individu diimbau untuk selalu memastikan asupan air putih yang cukup dan memilih jenis suplemen yang terbukti ramah bagi organ tubuh.
“Intinya, pastiin asupan air putih cukup dan pilih suplemen yang ramah buat organ,” pungkas dia.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr. Cecep Hermawan dalam akun instagramnya mengatakan, kekhawatiran itu bisa dijelaskan secara medis. Ia menjelaskan tubuh manusia memiliki batasan untuk mengkonsumsi Vitamin C.
Baca juga: Kenapa Tubuh Perlu Vitamin C Setiap Hari? Ini Peran Pentingnya
“Secara medis ketakutan kita beralasan. Jadi gini, tubuh kita punya batas maksimal buat nyerap vitamin C biasa. Sisa yang gagal diserap ini bakal dirombak jadi limbah bernama oksalat," kata dr. Cecep.
Ia menyebut, penumpukan oksalat akan menjadi sesuatu yang serius jika bertemu dengan kondisi urin yang pekat akibat kurangnya asupan cairan. Hal itu akan menyebabkan risiko pembentukan kristal yang memicu batu ginjal akan meningkat. Selain itu, sifat asam pada vitamin C konvensional seringkali menjadi pemicu ketidaknyamanan bagi mereka yang memiliki lambung sensitif.
Baca juga: Ini Waktu Terbaik Minum Jus Jeruk agar Manfaatnya Optimal
Namun, bukan berarti kita harus berhenti mengonsumsi vitamin C. Jika kita memilih jenis suplemen dengan daya serap yang lebih baik, maka hal itu bisa dihindari.
Meski demikian, dr. Cecep memberikan catatan penting bahwa pemilihan jenis suplemen saja tidak cukup. Untuk menjaga kesehatan organ tubuh secara maksimal, setiap individu diimbau untuk selalu memastikan asupan air putih yang cukup dan memilih jenis suplemen yang terbukti ramah bagi organ tubuh.
“Intinya, pastiin asupan air putih cukup dan pilih suplemen yang ramah buat organ,” pungkas dia.
(nnz)
Lihat Juga :