Paru-Paru Balita Rentan Polusi, Ini Langkah Penting Lindungi Anak dari Infeksi Pernapasan
Selasa, 30 Juni 2026 - 09:43 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Ancaman penyakit pernapasan pada anak di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI dalam Rencana Aksi Program 2025–2029, prevalensi pneumonia pada balita dengan gejala klinis mencapai 15 persen secara nasional.
Sementara itu, laporan UNICEF tahun 2025 menyebutkan bahwa pneumonia masih menjadi penyebab kematian akibat infeksi terbesar pada anak, dengan lebih dari 700 ribu balita meninggal dunia setiap tahunnya. Berbagai studi klinis juga menunjukkan anak usia 1 hingga 5 tahun merupakan kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Selain faktor infeksi, kualitas udara di dalam ruangan turut menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko gangguan pernapasan pada anak. Paru-paru bayi dan balita yang masih dalam tahap perkembangan membuat mereka lebih sensitif terhadap paparan debu, alergen, bakteri, virus, hingga partikel polutan berukuran sangat kecil.
Menjawab kebutuhan tersebut, Levoit resmi meluncurkan Levoit Sprout, air purifier pintar yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kualitas udara di ruang bayi dan balita sehingga mendukung kesehatan sistem pernapasan mereka.
Asisten Manager Brand Marketing Levoit, Andri Sutanto, mengatakan bahwa Levoit Sprout dikembangkan untuk memberikan perlindungan udara yang lebih optimal bagi bayi dan anak-anak sejak usia dini.
“Kami memahami bahwa bayi dan balita memiliki sistem pernapasan yang masih berkembang sehingga membutuhkan kualitas udara yang jauh lebih bersih. Melalui Levoit Sprout, kami menghadirkan solusi air purifier yang tidak hanya mampu menyaring partikel berbahaya secara maksimal, tetapi juga membantu orang tua memantau kondisi udara di dalam ruangan secara real-time agar dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak,” ujar Andri Sutanto.
Levoit Sprout dibekali teknologi filtrasi berlapis yang diklaim mampu menyaring hingga 99,9 persen partikel ultra-halus berukuran 0,01 mikrometer serta 99,97 persen partikel berukuran 0,1–0,3 mikrometer, termasuk debu, alergen, bakteri, virus, dan tungau. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu menjaga kualitas udara di sekitar bayi dan balita agar tetap bersih.
Tak hanya mengandalkan sistem filtrasi, perangkat ini juga terintegrasi dengan aplikasi VeSync yang memungkinkan orang tua memantau tujuh indikator kualitas udara secara real-time, yakni PM1.0, PM2.5, PM10, VOC, CO₂, suhu, dan kelembapan ruangan.
Menurut Andri, fitur pemantauan yang lebih lengkap tersebut menjadi salah satu keunggulan Levoit Sprout dibandingkan air purifier pada umumnya.
“Kami ingin memberikan informasi kualitas udara yang lebih komprehensif kepada para orang tua. Dengan pemantauan tujuh indikator secara real-time, pengguna dapat mengetahui perubahan kondisi udara lebih cepat sehingga dapat segera mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan si kecil,” jelasnya.
Dari sisi kenyamanan, Levoit Sprout dirancang agar tetap optimal digunakan di ruang bayi. Perangkat ini beroperasi dengan tingkat kebisingan mulai dari 22 desibel sehingga tidak mengganggu waktu tidur anak.
Selain itu, tersedia fitur White Noise dengan 15 pilihan suara alam yang menenangkan serta Night Lamp tanpa paparan blue light berlebih. Air purifier ini juga memiliki cakupan area hingga 30 meter persegi dengan konsumsi daya hanya 18 watt sehingga efisien digunakan sepanjang hari.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan penggunaan, Levoit Sprout telah mengantongi lima sertifikasi internasional, yakni CARB yang memastikan perangkat bebas emisi ozon berbahaya, Energy Star untuk efisiensi energi, ETL Listed sebagai jaminan keamanan sistem elektrikal, FCC untuk perlindungan dari interferensi sinyal digital, serta Good Housekeeping Seal yang menunjukkan produk telah melalui pengujian laboratorium independen di Amerika Serikat.
Andri berharap kehadiran Levoit Sprout dapat menjadi solusi bagi keluarga Indonesia dalam menciptakan kualitas udara yang lebih sehat di rumah.
“Kami berharap Levoit Sprout dapat menjadi bagian dari upaya preventif keluarga Indonesia dalam melindungi anak dari paparan polusi udara di dalam ruangan. Lingkungan dengan udara yang lebih bersih diharapkan dapat membantu menurunkan risiko gangguan pernapasan sekaligus mendukung kesehatan paru-paru anak sejak dini,” tutup Andri.
Sementara itu, laporan UNICEF tahun 2025 menyebutkan bahwa pneumonia masih menjadi penyebab kematian akibat infeksi terbesar pada anak, dengan lebih dari 700 ribu balita meninggal dunia setiap tahunnya. Berbagai studi klinis juga menunjukkan anak usia 1 hingga 5 tahun merupakan kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Selain faktor infeksi, kualitas udara di dalam ruangan turut menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko gangguan pernapasan pada anak. Paru-paru bayi dan balita yang masih dalam tahap perkembangan membuat mereka lebih sensitif terhadap paparan debu, alergen, bakteri, virus, hingga partikel polutan berukuran sangat kecil.
Menjawab kebutuhan tersebut, Levoit resmi meluncurkan Levoit Sprout, air purifier pintar yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kualitas udara di ruang bayi dan balita sehingga mendukung kesehatan sistem pernapasan mereka.
Asisten Manager Brand Marketing Levoit, Andri Sutanto, mengatakan bahwa Levoit Sprout dikembangkan untuk memberikan perlindungan udara yang lebih optimal bagi bayi dan anak-anak sejak usia dini.
“Kami memahami bahwa bayi dan balita memiliki sistem pernapasan yang masih berkembang sehingga membutuhkan kualitas udara yang jauh lebih bersih. Melalui Levoit Sprout, kami menghadirkan solusi air purifier yang tidak hanya mampu menyaring partikel berbahaya secara maksimal, tetapi juga membantu orang tua memantau kondisi udara di dalam ruangan secara real-time agar dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak,” ujar Andri Sutanto.
Levoit Sprout dibekali teknologi filtrasi berlapis yang diklaim mampu menyaring hingga 99,9 persen partikel ultra-halus berukuran 0,01 mikrometer serta 99,97 persen partikel berukuran 0,1–0,3 mikrometer, termasuk debu, alergen, bakteri, virus, dan tungau. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu menjaga kualitas udara di sekitar bayi dan balita agar tetap bersih.
Tak hanya mengandalkan sistem filtrasi, perangkat ini juga terintegrasi dengan aplikasi VeSync yang memungkinkan orang tua memantau tujuh indikator kualitas udara secara real-time, yakni PM1.0, PM2.5, PM10, VOC, CO₂, suhu, dan kelembapan ruangan.
Menurut Andri, fitur pemantauan yang lebih lengkap tersebut menjadi salah satu keunggulan Levoit Sprout dibandingkan air purifier pada umumnya.
“Kami ingin memberikan informasi kualitas udara yang lebih komprehensif kepada para orang tua. Dengan pemantauan tujuh indikator secara real-time, pengguna dapat mengetahui perubahan kondisi udara lebih cepat sehingga dapat segera mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan si kecil,” jelasnya.
Dari sisi kenyamanan, Levoit Sprout dirancang agar tetap optimal digunakan di ruang bayi. Perangkat ini beroperasi dengan tingkat kebisingan mulai dari 22 desibel sehingga tidak mengganggu waktu tidur anak.
Selain itu, tersedia fitur White Noise dengan 15 pilihan suara alam yang menenangkan serta Night Lamp tanpa paparan blue light berlebih. Air purifier ini juga memiliki cakupan area hingga 30 meter persegi dengan konsumsi daya hanya 18 watt sehingga efisien digunakan sepanjang hari.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan penggunaan, Levoit Sprout telah mengantongi lima sertifikasi internasional, yakni CARB yang memastikan perangkat bebas emisi ozon berbahaya, Energy Star untuk efisiensi energi, ETL Listed sebagai jaminan keamanan sistem elektrikal, FCC untuk perlindungan dari interferensi sinyal digital, serta Good Housekeeping Seal yang menunjukkan produk telah melalui pengujian laboratorium independen di Amerika Serikat.
Andri berharap kehadiran Levoit Sprout dapat menjadi solusi bagi keluarga Indonesia dalam menciptakan kualitas udara yang lebih sehat di rumah.
“Kami berharap Levoit Sprout dapat menjadi bagian dari upaya preventif keluarga Indonesia dalam melindungi anak dari paparan polusi udara di dalam ruangan. Lingkungan dengan udara yang lebih bersih diharapkan dapat membantu menurunkan risiko gangguan pernapasan sekaligus mendukung kesehatan paru-paru anak sejak dini,” tutup Andri.
(unt)
Lihat Juga :