Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Selasa, 30 Juni 2026 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
“Studi POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk menyajikan bukti penting bahwa inflamasi kardiovaskular merupakan sumber risiko yang signifikan dan tetap berlanjut pada pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik serta penyakit ginjal kronis atau gagal jantung, meskipun telah menerima terapi sesuai standar perawatan saat ini,” kata Senior Vice President dan Chief Medical Officer Novo Nordisk Filip Knop.
“Memahami cakupan risiko inflamasi kardiovaskular merupakan hal yang sangat penting, seiring dengan berlanjutnya riset berbasis inovasi yang kami lakukan untuk mengembangkan terapi pertama kalinya yang berpotensi menjawab kebutuhan medis penting yang hingga saat ini masih belum terpenuhi,” tutur dia lagi.
Studi POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk melibatkan 18.904 pasien di 18 negara yang mencakup kawasan Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia-Pasifik selama periode 2023 hingga 2025. Dalam studi tersebut, sebanyak 13.475 pasien mengalami PKVA, di mana 5.757 pasien (42,7%) juga memiliki CKD.
Sementara, 11.809 pasien mengalami gagal jantung yang mencakup seluruh spektrum gagal jantung, mulai dari fraksi ejeksi yang dipertahankan (preserved), sedikit menurun (mildly reduced), maupun menurun (reduced).
Inflamasi kardiovaskular memainkan peran utama dalam perkembangan dan progresivitas PKVA8,9. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa individu dengan inflamasi kardiovaskular memiliki risiko kejadian kardiovaskular mayor yang lebih tinggi, termasuk serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Inflamasi juga berkontribusi terhadap progresivitas penyakit ginjal kronis. Di sisi lain, CKD sendiri dapat memicu inflamasi yang selanjutnya membentuk suatu siklus peningkatan risiko kardiovaskular.
“Memahami cakupan risiko inflamasi kardiovaskular merupakan hal yang sangat penting, seiring dengan berlanjutnya riset berbasis inovasi yang kami lakukan untuk mengembangkan terapi pertama kalinya yang berpotensi menjawab kebutuhan medis penting yang hingga saat ini masih belum terpenuhi,” tutur dia lagi.
Studi POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk melibatkan 18.904 pasien di 18 negara yang mencakup kawasan Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia-Pasifik selama periode 2023 hingga 2025. Dalam studi tersebut, sebanyak 13.475 pasien mengalami PKVA, di mana 5.757 pasien (42,7%) juga memiliki CKD.
Sementara, 11.809 pasien mengalami gagal jantung yang mencakup seluruh spektrum gagal jantung, mulai dari fraksi ejeksi yang dipertahankan (preserved), sedikit menurun (mildly reduced), maupun menurun (reduced).
Inflamasi kardiovaskular memainkan peran utama dalam perkembangan dan progresivitas PKVA8,9. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa individu dengan inflamasi kardiovaskular memiliki risiko kejadian kardiovaskular mayor yang lebih tinggi, termasuk serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Inflamasi juga berkontribusi terhadap progresivitas penyakit ginjal kronis. Di sisi lain, CKD sendiri dapat memicu inflamasi yang selanjutnya membentuk suatu siklus peningkatan risiko kardiovaskular.
Lihat Juga :