Karbohidrat atau Protein, Mana yang Lebih Baik untuk Sarapan? Ini Jawaban Ahli Gizi
Selasa, 07 Juli 2026 - 06:30 WIB
loading...
Masih banyak orang menganggap sarapan tinggi protein lebih sehat dibandingkan karbohidrat. Foto/Freepik.
A
A
A
JAKARTA - Masih banyak orang menganggap sarapan tinggi protein lebih sehat dibandingkan karbohidrat . Namun tak sedikit pula yang memilih sarapan dengan makanan tinggi karbohidrat.
Menurut ahli gizi, dikutip dari Verywell Health, Selasa (7/7/2026), solusi yang tepat bukan memilih salah satunya. Protein dan karbohidrat memiliki fungsi yang berbeda sehingga saling melengkapi.
Baca juga: Sering Dijadikan Bekal, Mi Instan dan Nasi Berbahaya untuk Anak! Ini Penjelasan Dokter
Protein dicerna lebih lambat dan tidak secara langsung meningkatkan kadar gula darah. Nutrisi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, mendukung pembentukan serta perbaikan otot, dan membutuhkan lebih banyak energi saat dicerna sehingga turut meningkatkan metabolisme tubuh.
Sementara itu, karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Setelah dikonsumsi, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang digunakan sebagai bahan bakar untuk beraktivitas.
Baca juga: Cara Jaga Imun di Bulam Puasa ala Ade Rai: Kurangi Karbohidrat Saat Sahur
Karbohidrat kompleks, seperti oatmeal, roti gandum utuh, buah, dan kacang-kacangan, juga mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membuat kenyang lebih lama.
Kebutuhan protein dan karbohidrat setiap orang pun berbeda. Tergantung kondisi kesehatan dan tujuan masing-masing.
Misalnya, bagi yang ingin mengontrol gula darah mungkin lebih membutuhkan protein. Sementara atlet atau orang yang aktif berolahraga memerlukan karbohidrat yang cukup sebagai sumber energi.
Untuk protein, kebutuhan harian orang dewasa umumnya sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Bahkan menurut penelitian, mengonsumsi sekitar 20 hingga 40 gram protein saat sarapan dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sementara itu, sekitar 45 hingga 65 persen total kalori harian dianjurkan berasal dari karbohidrat. Namun, kualitas karbohidrat juga penting.
Untuk itu disarankan memadukan protein dan kabrohidrat dalam menu sarapan seimbang. Misalnya telur dengan roti gandum, oatmeal yang dipadukan dengan susu atau yogurt tinggi protein, maupun kacang-kacangan yang dipadukan dengan buah segar.
Kombinasi ini mampu memberikan energi yang lebih stabil sekaligus membantu menjaga rasa kenyang hingga waktu makan berikutnya. Kesimpulannya, bukan protein atau karbohidrat yang lebih unggul, melainkan keseimbangan keduanya.
Perpaduan protein berkualitas dan karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga energi, mengontrol gula darah, dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Menurut ahli gizi, dikutip dari Verywell Health, Selasa (7/7/2026), solusi yang tepat bukan memilih salah satunya. Protein dan karbohidrat memiliki fungsi yang berbeda sehingga saling melengkapi.
Baca juga: Sering Dijadikan Bekal, Mi Instan dan Nasi Berbahaya untuk Anak! Ini Penjelasan Dokter
Protein dicerna lebih lambat dan tidak secara langsung meningkatkan kadar gula darah. Nutrisi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, mendukung pembentukan serta perbaikan otot, dan membutuhkan lebih banyak energi saat dicerna sehingga turut meningkatkan metabolisme tubuh.
Sementara itu, karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Setelah dikonsumsi, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang digunakan sebagai bahan bakar untuk beraktivitas.
Baca juga: Cara Jaga Imun di Bulam Puasa ala Ade Rai: Kurangi Karbohidrat Saat Sahur
Karbohidrat kompleks, seperti oatmeal, roti gandum utuh, buah, dan kacang-kacangan, juga mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membuat kenyang lebih lama.
Kebutuhan protein dan karbohidrat setiap orang pun berbeda. Tergantung kondisi kesehatan dan tujuan masing-masing.
Misalnya, bagi yang ingin mengontrol gula darah mungkin lebih membutuhkan protein. Sementara atlet atau orang yang aktif berolahraga memerlukan karbohidrat yang cukup sebagai sumber energi.
Untuk protein, kebutuhan harian orang dewasa umumnya sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Bahkan menurut penelitian, mengonsumsi sekitar 20 hingga 40 gram protein saat sarapan dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sementara itu, sekitar 45 hingga 65 persen total kalori harian dianjurkan berasal dari karbohidrat. Namun, kualitas karbohidrat juga penting.
Untuk itu disarankan memadukan protein dan kabrohidrat dalam menu sarapan seimbang. Misalnya telur dengan roti gandum, oatmeal yang dipadukan dengan susu atau yogurt tinggi protein, maupun kacang-kacangan yang dipadukan dengan buah segar.
Kombinasi ini mampu memberikan energi yang lebih stabil sekaligus membantu menjaga rasa kenyang hingga waktu makan berikutnya. Kesimpulannya, bukan protein atau karbohidrat yang lebih unggul, melainkan keseimbangan keduanya.
Perpaduan protein berkualitas dan karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga energi, mengontrol gula darah, dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
(nnz)
Lihat Juga :