5 Tips Jaga Daya Tahan Tubuh saat Banjir
Selasa, 22 September 2020 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Rawat luka dan cari pertolongan medis jika perlu. Cuci pakaian yang terkontaminasi air banjir atau air limbah dengan air panas serta deterjen sebelum digunakan kembali. Jika Anda harus memasuki air banjir, kenakan sepatu bot karet, sarung tangan karet, dan kacamata.
2. Cuci Tangan
Air banjir mengandung limbah, dan makan atau minum apapun yang terkontaminasi oleh air banjir dapat menyebabkan penyakit diare seperti infeksi E. coli atau Salmonella.
Untuk melindungi diri, pastikan cuci tangan setelah terkena air banjir. Pastikan pula untuk mencuci tangan anak-anak dengan sabun serta air sesering mungkin dan selalu sebelum makan.
Jangan biarkan anak-anak bermain di area air banjir. Jangan biarkan anak-anak bermain dengan mainan yang telah terkontaminasi oleh air banjir dan belum didesinfeksi. Jangan mandi di air yang mungkin terkontaminasi limbah atau bahan kimia beracun. Ini termasuk sungai, anak sungai, atau danau yang terkontaminasi oleh air banjir.
3. Buang Makanan yang Terkena Banjir
Makanan mungkin tidak aman untuk dimakan setelah banjir dan makanan tersebut harus dibuang. Setelah banjir, hal terbaik yang harus dilakukan adalah membuang semua makanan (termasuk makanan kemasan) yang telah terkontaminasi oleh air banjir. (Baca Juga: Terbukti, Kunyit Membantu Meredakan Nyeri Sendi )
Meskipun makanan tampak kering, itu mungkin tetap tidak aman. Buang semua daging, ikan, unggas, buah-buahan, dan sayuran segar yang terkena air banjir. Selain itu, makanan dalam toples kaca atau plastik dan botol mungkin tidak aman karena air banjir dapat merembes ke tutup wadah dan mencemari makanan.
Periksa makanan dengan hati-hati setelah banjir. Kontaminasi dapat terjadi jika bakteri dalam air banjir bersentuhan dengan makanan. Hanya makanan dalam kaleng logam tertutup dan kedap udara yang sepenuhnya aman, namun kaleng tersebut harus dibersihkan dan didisinfeksi secara hati-hati sebelum digunakan. Kaleng dapat dibersihkan dengan mencucinya dalam larutan deterjen yang kuat, lalu merendamnya dalam larutan pemutih ringan dan air selama dua menit untuk mencegah potensi kontaminasi saat kaleng dibuka.
2. Cuci Tangan
Air banjir mengandung limbah, dan makan atau minum apapun yang terkontaminasi oleh air banjir dapat menyebabkan penyakit diare seperti infeksi E. coli atau Salmonella.
Untuk melindungi diri, pastikan cuci tangan setelah terkena air banjir. Pastikan pula untuk mencuci tangan anak-anak dengan sabun serta air sesering mungkin dan selalu sebelum makan.
Jangan biarkan anak-anak bermain di area air banjir. Jangan biarkan anak-anak bermain dengan mainan yang telah terkontaminasi oleh air banjir dan belum didesinfeksi. Jangan mandi di air yang mungkin terkontaminasi limbah atau bahan kimia beracun. Ini termasuk sungai, anak sungai, atau danau yang terkontaminasi oleh air banjir.
3. Buang Makanan yang Terkena Banjir
Makanan mungkin tidak aman untuk dimakan setelah banjir dan makanan tersebut harus dibuang. Setelah banjir, hal terbaik yang harus dilakukan adalah membuang semua makanan (termasuk makanan kemasan) yang telah terkontaminasi oleh air banjir. (Baca Juga: Terbukti, Kunyit Membantu Meredakan Nyeri Sendi )
Meskipun makanan tampak kering, itu mungkin tetap tidak aman. Buang semua daging, ikan, unggas, buah-buahan, dan sayuran segar yang terkena air banjir. Selain itu, makanan dalam toples kaca atau plastik dan botol mungkin tidak aman karena air banjir dapat merembes ke tutup wadah dan mencemari makanan.
Periksa makanan dengan hati-hati setelah banjir. Kontaminasi dapat terjadi jika bakteri dalam air banjir bersentuhan dengan makanan. Hanya makanan dalam kaleng logam tertutup dan kedap udara yang sepenuhnya aman, namun kaleng tersebut harus dibersihkan dan didisinfeksi secara hati-hati sebelum digunakan. Kaleng dapat dibersihkan dengan mencucinya dalam larutan deterjen yang kuat, lalu merendamnya dalam larutan pemutih ringan dan air selama dua menit untuk mencegah potensi kontaminasi saat kaleng dibuka.
Lihat Juga :