Gigi Hilang Jangan Dibiarkan, Bisa Ganggu Fungsi Kunyah dan Susunan Gigi
Kamis, 16 Juli 2026 - 16:39 WIB
loading...
Kehilangan gigi kerap dianggap hanya memengaruhi penampilan.
A
A
A
JAKARTA - Kehilangan gigi kerap dianggap hanya memengaruhi penampilan. Padahal, kondisi tersebut juga dapat mengganggu kemampuan mengunyah, berbicara, keseimbangan gigitan, hingga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 56,9 persen penduduk berusia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Namun, hanya 11,2 persen di antaranya yang memperoleh perawatan dari tenaga kesehatan gigi.
Masalah yang dialami masyarakat beragam, mulai dari karies, gigi berlubang, radang gusi, hingga kehilangan gigi. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat penyakit gusi, trauma, kerusakan gigi yang berat, maupun faktor usia.
Gigi yang hilang dan tidak segera ditangani berpotensi menyebabkan gigi di sekitarnya bergeser ke ruang kosong. Dalam jangka panjang, perubahan tersebut dapat mengganggu susunan gigi serta keseimbangan ketika menggigit dan mengunyah makanan.
Penanganan Gigi Hilang Perlu Pemeriksaan Menyeluruh
Head of Clinic SMART Dental Muara Karang, drg. James Lai mengatakan, salah satu pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang adalah implan gigi. Namun, tindakan tersebut tidak bisa dilakukan tanpa pemeriksaan dan perencanaan yang matang.
“Implan gigi bukan hanya tentang mengganti gigi yang hilang, tetapi juga mengembalikan fungsi kunyah, kenyamanan, dan rasa percaya diri pasien,” kata James.
Sebelum menjalani pemasangan implan, pasien perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi tulang rahang, jaringan gusi, serta kesehatan mulut secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menentukan apakah pasien dapat langsung menjalani pemasangan implan atau membutuhkan perawatan pendukung terlebih dahulu.
“Karena itu, setiap pasien perlu melalui pemeriksaan terlebih dahulu untuk menilai kondisi tulang rahang, gusi, serta kebutuhan perawatan secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang tepat, hasil perawatan dapat menjadi lebih nyaman, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan pasien,” ujarnya.
Implan Dirancang Menyerupai Akar Gigi
Implan merupakan salah satu metode perawatan modern untuk menggantikan gigi yang telah tanggal. Alat tersebut dipasang pada tulang rahang dan berfungsi menyerupai akar gigi sebagai penyangga mahkota gigi pengganti.
Dengan dukungan yang stabil, implan dapat membantu pasien mengunyah dengan lebih nyaman dan berbicara lebih percaya diri. Perawatan ini juga dapat membantu mempertahankan susunan gigi serta mendukung fungsi mulut secara keseluruhan.
Meski demikian, implan bukan satu-satunya pilihan untuk mengatasi kehilangan gigi. Dokter gigi perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, kebutuhan, kebersihan mulut, serta kemampuan tulang rahang setiap pasien sebelum memberikan rekomendasi.
Edukasi dan Pemeriksaan Jadi Langkah Awal
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan gigi hilang, program edukasi dan pemeriksaan gigi digelar pada 24–31 Juli 2026. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultasi mengenai kondisi gigi, fungsi kunyah, dan pilihan perawatan yang tersedia.
Pemeriksaan awal dapat mencakup konsultasi, evaluasi kondisi rongga mulut, serta foto panoramik apabila diperlukan. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar bagi dokter untuk menyusun rencana perawatan yang sesuai.
Selain aspek kesehatan, penggantian gigi yang hilang juga berkaitan dengan kenyamanan dan kualitas hidup. Kemampuan mengunyah yang baik membantu seseorang menikmati makanan, sementara susunan gigi yang terjaga dapat mendukung kemampuan berbicara dan rasa percaya diri.
Masyarakat disarankan tidak menunda pemeriksaan ketika kehilangan satu atau beberapa gigi. Semakin lama ruang kosong dibiarkan, semakin besar kemungkinan terjadi perubahan pada gigi di sekitarnya dan keseimbangan gigitan.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 56,9 persen penduduk berusia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Namun, hanya 11,2 persen di antaranya yang memperoleh perawatan dari tenaga kesehatan gigi.
Masalah yang dialami masyarakat beragam, mulai dari karies, gigi berlubang, radang gusi, hingga kehilangan gigi. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat penyakit gusi, trauma, kerusakan gigi yang berat, maupun faktor usia.
Gigi yang hilang dan tidak segera ditangani berpotensi menyebabkan gigi di sekitarnya bergeser ke ruang kosong. Dalam jangka panjang, perubahan tersebut dapat mengganggu susunan gigi serta keseimbangan ketika menggigit dan mengunyah makanan.
Penanganan Gigi Hilang Perlu Pemeriksaan Menyeluruh
Head of Clinic SMART Dental Muara Karang, drg. James Lai mengatakan, salah satu pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang adalah implan gigi. Namun, tindakan tersebut tidak bisa dilakukan tanpa pemeriksaan dan perencanaan yang matang.
“Implan gigi bukan hanya tentang mengganti gigi yang hilang, tetapi juga mengembalikan fungsi kunyah, kenyamanan, dan rasa percaya diri pasien,” kata James.
Sebelum menjalani pemasangan implan, pasien perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi tulang rahang, jaringan gusi, serta kesehatan mulut secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menentukan apakah pasien dapat langsung menjalani pemasangan implan atau membutuhkan perawatan pendukung terlebih dahulu.
“Karena itu, setiap pasien perlu melalui pemeriksaan terlebih dahulu untuk menilai kondisi tulang rahang, gusi, serta kebutuhan perawatan secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang tepat, hasil perawatan dapat menjadi lebih nyaman, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan pasien,” ujarnya.
Implan Dirancang Menyerupai Akar Gigi
Implan merupakan salah satu metode perawatan modern untuk menggantikan gigi yang telah tanggal. Alat tersebut dipasang pada tulang rahang dan berfungsi menyerupai akar gigi sebagai penyangga mahkota gigi pengganti.
Dengan dukungan yang stabil, implan dapat membantu pasien mengunyah dengan lebih nyaman dan berbicara lebih percaya diri. Perawatan ini juga dapat membantu mempertahankan susunan gigi serta mendukung fungsi mulut secara keseluruhan.
Meski demikian, implan bukan satu-satunya pilihan untuk mengatasi kehilangan gigi. Dokter gigi perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, kebutuhan, kebersihan mulut, serta kemampuan tulang rahang setiap pasien sebelum memberikan rekomendasi.
Edukasi dan Pemeriksaan Jadi Langkah Awal
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan gigi hilang, program edukasi dan pemeriksaan gigi digelar pada 24–31 Juli 2026. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultasi mengenai kondisi gigi, fungsi kunyah, dan pilihan perawatan yang tersedia.
Pemeriksaan awal dapat mencakup konsultasi, evaluasi kondisi rongga mulut, serta foto panoramik apabila diperlukan. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar bagi dokter untuk menyusun rencana perawatan yang sesuai.
Selain aspek kesehatan, penggantian gigi yang hilang juga berkaitan dengan kenyamanan dan kualitas hidup. Kemampuan mengunyah yang baik membantu seseorang menikmati makanan, sementara susunan gigi yang terjaga dapat mendukung kemampuan berbicara dan rasa percaya diri.
Masyarakat disarankan tidak menunda pemeriksaan ketika kehilangan satu atau beberapa gigi. Semakin lama ruang kosong dibiarkan, semakin besar kemungkinan terjadi perubahan pada gigi di sekitarnya dan keseimbangan gigitan.
(dra)
Lihat Juga :