Penting Deteksi Dini dan Kenali Gejala Pikun
Selasa, 22 September 2020 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, jumlah itu diperkirakan akan meningkat drastis menjadi dua kali lipat pada 2030, dan menjadi empat juta orang pada 2050. Bukannya menurun, tren penderita demensia alzheimer di Indonesia semakin meningkat setiap tahun.
“Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang demensia alzheimer mengakibatkan stigmatisasi dan hambatan dalam diagnosis dan perawatan. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan secara terus-menerus sangat penting,” terang dr. Dodik.
Ketua Studi Neurobehavior PERDOSSI dr. Astuti, Sp.S(K) menambahkan, penyakit demensia alzheimer memiliki faktor risiko yang bisa dimodifikasi seperti penyakit vaskular, hipertensi, metabolik, diabetes, dislipidemia, pascacidera kepala, pendidikan rendah, depresi, dan yang tidak bisa dimodifikasi yaitu usia lanjut serta genetik atau memiliki keluarga yang mengalami demensia alzheimer.
“Selain mengetahui faktor risikonya, penting juga untuk menyadari bahwa demensia alzheimer bersifat kronis progresif. Artinya semakin bertambah kerusakan otak seiring bertambahnya umur,” jelas dr. Astuti. (Baca Juga: Awas Salah! Ini Cara Baca Hasil Rapid Test yang Benar )
Ia menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting bagi penyakit demensia alzheimer. Dengan deteksi dini, pasien dapat lebih cepat ditangani sehingga kerusakan otak karena alzheimer bisa diperlambat.
“Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang demensia alzheimer mengakibatkan stigmatisasi dan hambatan dalam diagnosis dan perawatan. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan secara terus-menerus sangat penting,” terang dr. Dodik.
Ketua Studi Neurobehavior PERDOSSI dr. Astuti, Sp.S(K) menambahkan, penyakit demensia alzheimer memiliki faktor risiko yang bisa dimodifikasi seperti penyakit vaskular, hipertensi, metabolik, diabetes, dislipidemia, pascacidera kepala, pendidikan rendah, depresi, dan yang tidak bisa dimodifikasi yaitu usia lanjut serta genetik atau memiliki keluarga yang mengalami demensia alzheimer.
“Selain mengetahui faktor risikonya, penting juga untuk menyadari bahwa demensia alzheimer bersifat kronis progresif. Artinya semakin bertambah kerusakan otak seiring bertambahnya umur,” jelas dr. Astuti. (Baca Juga: Awas Salah! Ini Cara Baca Hasil Rapid Test yang Benar )
Ia menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting bagi penyakit demensia alzheimer. Dengan deteksi dini, pasien dapat lebih cepat ditangani sehingga kerusakan otak karena alzheimer bisa diperlambat.
(tsa)
Lihat Juga :