Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
1. Ambil Jeda dan Tunda Keputusan: Hindari langsung merespons situasi sulit atau mengambil keputusan besar saat emosi sedang tinggi.
2. Komunikasi Jujur: Beri tahu orang terdekat atau rekan kerja mengenai kondisi tidurmu agar mereka bisa saling memahami.
3. Buka Diri untuk Mengontrol Diri: Minta bantuan orang lain untuk mengingatkan jika mulai menunjukkan sikap defensif.
“Jadi, kalau semalam tidurmu kurang, jangan langsung bertindak berdasarkan semua emosimu hari itu. Ambil jeda, tunda keputusan besar, jangan langsung bereaksi saat emosi masih tinggi. Dan kalau perlu, bilang ke orang terdekat, 'Aku semalam kurang tidur nih, kalau mulai ngegas atau ngeyel, diingetin ya’,” tutur dia.
Sebab pada akhirnya, manajemen emosi saat tubuh sedang lelah sering kali hanya membutuhkan ruang jeda agar tidak langsung memicu konflik. "Karena kadang, yang kita butuhkan cuma sedikit ruang untuk tidak langsung meledak," pungkas Vishal.
2. Komunikasi Jujur: Beri tahu orang terdekat atau rekan kerja mengenai kondisi tidurmu agar mereka bisa saling memahami.
3. Buka Diri untuk Mengontrol Diri: Minta bantuan orang lain untuk mengingatkan jika mulai menunjukkan sikap defensif.
“Jadi, kalau semalam tidurmu kurang, jangan langsung bertindak berdasarkan semua emosimu hari itu. Ambil jeda, tunda keputusan besar, jangan langsung bereaksi saat emosi masih tinggi. Dan kalau perlu, bilang ke orang terdekat, 'Aku semalam kurang tidur nih, kalau mulai ngegas atau ngeyel, diingetin ya’,” tutur dia.
Sebab pada akhirnya, manajemen emosi saat tubuh sedang lelah sering kali hanya membutuhkan ruang jeda agar tidak langsung memicu konflik. "Karena kadang, yang kita butuhkan cuma sedikit ruang untuk tidak langsung meledak," pungkas Vishal.
(nnz)
Lihat Juga :