5 Anime Ini Dilarang di Beberapa Negara, Terlalu Kontroversial
Senin, 27 Juli 2026 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Urotsukidoji: Legend of the Overfiend menjadi salah satu anime yang paling sering dikaitkan dengan kontroversi sensor. Film ini memadukan kekerasan grafis, body horror, konten seksual eksplisit, serta berbagai adegan yang mengganggu.
Di Inggris, anime ini sempat mengalami penyensoran besar-besaran sebelum akhirnya dirilis dalam versi yang telah banyak dipotong. Sementara itu, beberapa negara lain memilih melarangnya sepenuhnya.
Di luar kontroversinya, anime ini juga mengubah cara banyak pemerintah memandang anime Jepang. Karya tersebut menunjukkan bahwa anime tidak selalu ditujukan untuk anak-anak sehingga mendorong sejumlah negara menerapkan sistem klasifikasi khusus untuk animasi bertema dewasa.
3. Kodomo no Jikan
Kodomo no Jikan menjadi salah satu anime yang paling memecah pendapat di kalangan penggemar. Ceritanya berfokus pada murid sekolah dasar dan menghadirkan sejumlah situasi yang bersifat sugestif.
Meski demikian, pembuatnya menyebut tujuan utama anime ini adalah mengangkat persoalan psikologis dan sosial. Penyajiannya tetap menuai kontroversi hingga membuat beberapa distributor enggan merilis serial tersebut.
Di Australia, Classification Board menolak memberikan klasifikasi untuk beberapa versi manganya, sementara animenya juga mendapat pengawasan ketat. Bahkan, banyak penggemar anime yang biasanya menolak penyensoran mengakui bahwa Kodomo no Jikan merupakan karya yang sulit diterima karena tema sensitif yang diangkatnya.
Baca Juga : Yoshi Sudarso Ternyata Wibu, Anime Jadi Inspirasi Ngegym untuk Bentuk Badan
4. High School DxD
Di Inggris, anime ini sempat mengalami penyensoran besar-besaran sebelum akhirnya dirilis dalam versi yang telah banyak dipotong. Sementara itu, beberapa negara lain memilih melarangnya sepenuhnya.
Di luar kontroversinya, anime ini juga mengubah cara banyak pemerintah memandang anime Jepang. Karya tersebut menunjukkan bahwa anime tidak selalu ditujukan untuk anak-anak sehingga mendorong sejumlah negara menerapkan sistem klasifikasi khusus untuk animasi bertema dewasa.
3. Kodomo no Jikan
Kodomo no Jikan menjadi salah satu anime yang paling memecah pendapat di kalangan penggemar. Ceritanya berfokus pada murid sekolah dasar dan menghadirkan sejumlah situasi yang bersifat sugestif.
Meski demikian, pembuatnya menyebut tujuan utama anime ini adalah mengangkat persoalan psikologis dan sosial. Penyajiannya tetap menuai kontroversi hingga membuat beberapa distributor enggan merilis serial tersebut.
Di Australia, Classification Board menolak memberikan klasifikasi untuk beberapa versi manganya, sementara animenya juga mendapat pengawasan ketat. Bahkan, banyak penggemar anime yang biasanya menolak penyensoran mengakui bahwa Kodomo no Jikan merupakan karya yang sulit diterima karena tema sensitif yang diangkatnya.
Baca Juga : Yoshi Sudarso Ternyata Wibu, Anime Jadi Inspirasi Ngegym untuk Bentuk Badan
4. High School DxD
Lihat Juga :