Pentingnya Sadar Berkontrasepsi di Tengah Pandemi Covid-19
Kamis, 24 September 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Dari survey tersebut diketahui bahwa sebesar 26% bidan menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada pemasukan klinik, sedangkan 56% bidan menyatakan bahwa pandemi tidak berdampak terhadap kegiatan praktik kliniknya. Jumlah layanan suntik KB pada mayoritas praktik mandiri bidan (PMB) tidak mengalami perubahan. Pada sebagian kecil responden yang mengalami penurunan layanan suntikan menyatakan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh menurunnya daya beli konsumen, dan karena akseptor mereka takut untuk datang ke klinik.
Fakta lainnya adalah pola demand terhadap layanan suntik KB mengalami penurunan pada masa penetapan PSBB, namun sudah mulai meningkat pada periode 1-2 bulan terakhir. Secara umum tidak terjadi perubahan pola rekomendasi metode secara drastis. Sementara itu, responden merasa bahwa pandemi Covid-19 memberikan keuntungan bagi bisnis apotek, terutama pada segmen produk untuk peningkatan vitalitas dan daya tahan tubuh. Sedangkan 34% responden menyatakan terjadi penurunan penjualan pada masa PSBB. (Baca juga: Usai Cuti Wajib Militer, Key SHINee Langsung Bebas Tugas )
"Sebanyak 40% responden mengaku bahwa kontrasepsi menjadi salah satu item yang paling banyak dicari di apotek pada masa pandemi. Adanya peningkatan frekuensi aktivitas seksual, khususnya pada kelompok usia pasangan yang lebih muda. Perlu di antisipasi adanya penurunan kepesertaan KB akibat menurunnya daya beli masyarakat, serta pola distribusi dan pelayanan yang dapat mengurangi risiko penularan Covid-19, baik bagi akseptor, maupun bagi penyedia layanan (termasuk petugas apotik)," kata Head of Strategic Planning DKT Indonesia, Aditya A. Putra.
Lebih lanjut, BKKBN memberikan himbauan bagi pasangan usia subur pada masa adaptasi kebiasaan baru antara lain dengan merencanakan kehamilan dengan menghindari 4 T. Penting juga untuk tetap menggunakan kontrasepsi bagi pasangan usia subur yang menunda atau tidak ingin hamil lagi.
"Hubungi petugas kesehatan melalui telepon atau whatsapp jika ada keluhan mengenai penggunaan kontrasepsi. Gunakan kondom atau pil KB jika tidak memungkinkan pergi ke tempat pelayanan KB, dan gunakan KB pasca persalinan bagi Ibu yang melahirkan pada saat pandemi ini," tutup dr. Eni.
Fakta lainnya adalah pola demand terhadap layanan suntik KB mengalami penurunan pada masa penetapan PSBB, namun sudah mulai meningkat pada periode 1-2 bulan terakhir. Secara umum tidak terjadi perubahan pola rekomendasi metode secara drastis. Sementara itu, responden merasa bahwa pandemi Covid-19 memberikan keuntungan bagi bisnis apotek, terutama pada segmen produk untuk peningkatan vitalitas dan daya tahan tubuh. Sedangkan 34% responden menyatakan terjadi penurunan penjualan pada masa PSBB. (Baca juga: Usai Cuti Wajib Militer, Key SHINee Langsung Bebas Tugas )
"Sebanyak 40% responden mengaku bahwa kontrasepsi menjadi salah satu item yang paling banyak dicari di apotek pada masa pandemi. Adanya peningkatan frekuensi aktivitas seksual, khususnya pada kelompok usia pasangan yang lebih muda. Perlu di antisipasi adanya penurunan kepesertaan KB akibat menurunnya daya beli masyarakat, serta pola distribusi dan pelayanan yang dapat mengurangi risiko penularan Covid-19, baik bagi akseptor, maupun bagi penyedia layanan (termasuk petugas apotik)," kata Head of Strategic Planning DKT Indonesia, Aditya A. Putra.
Lebih lanjut, BKKBN memberikan himbauan bagi pasangan usia subur pada masa adaptasi kebiasaan baru antara lain dengan merencanakan kehamilan dengan menghindari 4 T. Penting juga untuk tetap menggunakan kontrasepsi bagi pasangan usia subur yang menunda atau tidak ingin hamil lagi.
"Hubungi petugas kesehatan melalui telepon atau whatsapp jika ada keluhan mengenai penggunaan kontrasepsi. Gunakan kondom atau pil KB jika tidak memungkinkan pergi ke tempat pelayanan KB, dan gunakan KB pasca persalinan bagi Ibu yang melahirkan pada saat pandemi ini," tutup dr. Eni.
(tdy)
Lihat Juga :