Unconquered, Serangan Oktan Tinggi Kataklysm
Minggu, 27 September 2020 - 22:22 WIB
loading...
Band death metal Kanada, Kataklysm meluncurkan album ke-14 bertajuk Unconquered pada 25 September 2020. / Foto: Nuclear Blast
A
A
A
MONTREAL - Jagoan death metal Kanada, Kataklysm telah meluncurkan album ke-14 bertajuk Unconquered pada 25 September lalu. Bersamaan dengan perilisan tersebut, Kataklysm menghadirkan video musik Cut Me Down, yang diambil dari album Unconquered.
(Baca juga: Rayakan 25 Tahun Debut Album, Rammstein Rilis Ulang Herzeleid )
Dalam Cut Me Down, Kataklysm juga menghadirkan musisi tamu, yakni vokalis/gitaris Wolfheart, Tuomas Saukkonen. Sementara, selain Cut Me Down, Unconquered memiliki delapan track lainnya, di antaranya The Killshot, Underneath the Scars, Focused to Destroy You, The Way Back Home, Stitches, Defiant, Icarus Falling, dan When It's Over.
Menurut vokalis Kataklysm , Maurizio Iacono, Cut Me Down merupakan melodi, serangan oktan tinggi dengan elemen thrash dan kekuatan tanpa henti, menampilkan sudut lain dari album Unconquered yang telah dirilis.
"Ide lirik dari lagu (Cut Me Down) ini dikelilingi oleh seseorang yang tujuan utamanya adalah mengkhianati Anda dan mengambil keuntungan dari Anda. Beruntung bagi saya, saya tidak mempercayai siapa pun. Namun, saya mempercayai Tuomas Saukkonen dariWolfheart untuk datang dan memberikan bantuan pada lagu tersebut dan merobek bagian reff dengan saya sebagai tamu istimewa," papar Maurizio Iacono dikutip dari laman nuclearblast.de.
(Baca juga: Rayakan 25 Tahun Debut Album, Rammstein Rilis Ulang Herzeleid )
Dalam Cut Me Down, Kataklysm juga menghadirkan musisi tamu, yakni vokalis/gitaris Wolfheart, Tuomas Saukkonen. Sementara, selain Cut Me Down, Unconquered memiliki delapan track lainnya, di antaranya The Killshot, Underneath the Scars, Focused to Destroy You, The Way Back Home, Stitches, Defiant, Icarus Falling, dan When It's Over.
Menurut vokalis Kataklysm , Maurizio Iacono, Cut Me Down merupakan melodi, serangan oktan tinggi dengan elemen thrash dan kekuatan tanpa henti, menampilkan sudut lain dari album Unconquered yang telah dirilis.
"Ide lirik dari lagu (Cut Me Down) ini dikelilingi oleh seseorang yang tujuan utamanya adalah mengkhianati Anda dan mengambil keuntungan dari Anda. Beruntung bagi saya, saya tidak mempercayai siapa pun. Namun, saya mempercayai Tuomas Saukkonen dariWolfheart untuk datang dan memberikan bantuan pada lagu tersebut dan merobek bagian reff dengan saya sebagai tamu istimewa," papar Maurizio Iacono dikutip dari laman nuclearblast.de.
Lihat Juga :