Prosedur Transplantasi Ginjal di Kala Pandemi
Senin, 28 September 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan terbentuknya Komite Transplantasi Nasional yang disertai dukungan oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia, diharapkan masalah kekurangan donor ginjal akan dapat diatasi dengan upaya peningkatan jumlah donor hidup dan pelaksanaan transplantasi dengan donor jenazah,” kata dr. Endang.
Tim Transplantasi Ginjal di RSCM terdiri dari beberapa spesialistik terkait, mencakup ahli Penyakit Dalam Ginjal Hipertensi (ahli Nefrologi), Urologi, Anestesiologi, Radiologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Kardiologi, Pulmonologi, Psikiatri, dan THT. Dokter spesialis urologi dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim donor dan tim resipien.
Dalam 9 tahun terakhir prosedur transplantasi ginjal di RSCM sudah dilakukan hampir 800 kali, 15 diantaranya dilakukan di era pandemi COVID-19. Prosedur yang dilakukan di era pandemi Covid-19 ini memiliki sedikit perbedaan karena menerapkan protokol kesehatan baru yang ketat, baik dari sebelum operasi, selama operasi, maupun sesudah operasi. (Lihat videonya: Dua Kelompok Ormas di Bekasi Selatan Terlibat Bentrok)
Untuk tenaga kesehatan yang terlibat, RSCM mewajibkan untuk pemeriksaan swab real time (RT) PCR SARS-CoV-2 tiap 2 minggu. Jika ada anggota tim transplant yang didapatkan terpapar kasus probable atau confirmed COVID-19, anggota tim tersebut tidak diperbolehkan untuk ikut berpartisipasi dalam rangkaian prosedur transplantasi ginjal sementara waktu hingga hasil swab terbukti negatif. (Sri Noviarni)
Tim Transplantasi Ginjal di RSCM terdiri dari beberapa spesialistik terkait, mencakup ahli Penyakit Dalam Ginjal Hipertensi (ahli Nefrologi), Urologi, Anestesiologi, Radiologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Kardiologi, Pulmonologi, Psikiatri, dan THT. Dokter spesialis urologi dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim donor dan tim resipien.
Dalam 9 tahun terakhir prosedur transplantasi ginjal di RSCM sudah dilakukan hampir 800 kali, 15 diantaranya dilakukan di era pandemi COVID-19. Prosedur yang dilakukan di era pandemi Covid-19 ini memiliki sedikit perbedaan karena menerapkan protokol kesehatan baru yang ketat, baik dari sebelum operasi, selama operasi, maupun sesudah operasi. (Lihat videonya: Dua Kelompok Ormas di Bekasi Selatan Terlibat Bentrok)
Untuk tenaga kesehatan yang terlibat, RSCM mewajibkan untuk pemeriksaan swab real time (RT) PCR SARS-CoV-2 tiap 2 minggu. Jika ada anggota tim transplant yang didapatkan terpapar kasus probable atau confirmed COVID-19, anggota tim tersebut tidak diperbolehkan untuk ikut berpartisipasi dalam rangkaian prosedur transplantasi ginjal sementara waktu hingga hasil swab terbukti negatif. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :