Donald Trump Diberi Deksametason, Obat Pasien COVID-19 Berat yang Dijuluki Obat Dewa
Senin, 05 Oktober 2020 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di kesempatan terpisah pada Juni lalu, Akademisi dan Praktisi Klinis Ari Fahrial Syam pernah mengatakan, dexamethasone termasuk obat murah golongan steroid. Obat ini sering dijuluki "obat dewa" karena efek terapinya yang cepat. Bahkan obat tersebut juga bisa digunakan untuk pasien kanker, kelainan darah, asma, alergi pada mata dan THT, serta penyakit autoimun. (Baca Juga: Ahli Sebut Dexamethasone Obat Dewa yang Berefek Jangka Panjang Fatal )
"Sepertinya khasiat antiinflamasi itu yang dimanfaatkan dari obat dexamethasone untuk pasien dengan infeksi COVID-19 yang berat," ujar Ari melalui pernyataan tertulis kepada SINDOnews beberapa waktu silam.
Deksametason memang mampu mengurangi peradangan, tetapi hal tersebut kata pakar di NIH, dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Pada pneumonia berat yang disebabkan oleh virus influenza, terapi kortikosteroid menunjukkan hasil klinis yang lebih buruk, termasuk infeksi bakteri sekunder dan kematian. Jadi pasien harus dimonitor secara hati-hati saat mengambil obat, dan manfaat pengobatan apapun harus lebih besar daripada risikonya.
Sementara itu, tim dokter Trump menjelaskan, mereka memutuskan untuk memberi deksametason setelah kadar oksigennya turun dua kali. Pada Kamis (1/10) malam dan Jumat (2/10) dini hari, Conley mengungkapkan bahwa Trump baik-baik saja dengan gejala ringan serta tingkat oksigen berada di angka 90-an yang tinggi. Namun, tak lama setelah itu Trump dilaporkan mengalami demam tinggi dan saturasi oksigen untuk sementara turun di bawah 94%.
Kondisi tersebut mengharuskan Trump diberi oksigen. "Dan, setelah sekitar satu menit dengan hanya mengonsumsi dua liter, tingkat kejenuhannya kembali lebih dari 95%," jelas Conley.
Pada Sabtu (3/10), tingkat oksigen Trump kembali turun di bawah 93%. "Kami melihatnya dan kembali naik," ungkap Conley.
"Sepertinya khasiat antiinflamasi itu yang dimanfaatkan dari obat dexamethasone untuk pasien dengan infeksi COVID-19 yang berat," ujar Ari melalui pernyataan tertulis kepada SINDOnews beberapa waktu silam.
Deksametason memang mampu mengurangi peradangan, tetapi hal tersebut kata pakar di NIH, dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Pada pneumonia berat yang disebabkan oleh virus influenza, terapi kortikosteroid menunjukkan hasil klinis yang lebih buruk, termasuk infeksi bakteri sekunder dan kematian. Jadi pasien harus dimonitor secara hati-hati saat mengambil obat, dan manfaat pengobatan apapun harus lebih besar daripada risikonya.
Sementara itu, tim dokter Trump menjelaskan, mereka memutuskan untuk memberi deksametason setelah kadar oksigennya turun dua kali. Pada Kamis (1/10) malam dan Jumat (2/10) dini hari, Conley mengungkapkan bahwa Trump baik-baik saja dengan gejala ringan serta tingkat oksigen berada di angka 90-an yang tinggi. Namun, tak lama setelah itu Trump dilaporkan mengalami demam tinggi dan saturasi oksigen untuk sementara turun di bawah 94%.
Kondisi tersebut mengharuskan Trump diberi oksigen. "Dan, setelah sekitar satu menit dengan hanya mengonsumsi dua liter, tingkat kejenuhannya kembali lebih dari 95%," jelas Conley.
Pada Sabtu (3/10), tingkat oksigen Trump kembali turun di bawah 93%. "Kami melihatnya dan kembali naik," ungkap Conley.
Lihat Juga :