Ahli Sebut Dexamethasone Obat Dewa yang Berefek Jangka Panjang Fatal

Kamis, 18 Juni 2020 - 17:34 WIB
loading...
Ahli Sebut Dexamethasone...
Informasi soal obat dexamethasone yang terbukti mampu menyembuhkan pasien COVID-19 dengan kategori berat membawa angin segar di tengah pandemi saat ini. Tapi, jangan abaikan efek sampingnya. Foto Ilustrasi/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Informasi soal obat dexamethasone yang terbukti mampu menyembuhkan pasien COVID-19 dengan kategori berat membawa angin segar di tengah pandemi saat ini. Namun, di balik itu, ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat bijaksana dalam mengonsumsi obat ini lantaran efek yang ditimbulkan untuk pemakaian jangka panjang bukan perkara kesehatan yang sepele.

Hal itu disampaikan Akademisi dan Praktisi Klinis Ari Fahrial Syam. Ari mengingatkan, sebelum mengonsumsi, ada baiknya kita mencari tahu dulu informasi seputar obat dexamethasone.

"Masyarakat harus bijak dalam mendengar dan membaca informasi seputar hasil penelitian obat dexamethasone. Obat ini terbukti efektif mengurangi risiko kematian pada pasien COVID-19, tapi juga mempunyai catatan efek samping yang panjang sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter," kata Ari melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews. (Baca Juga: Lindungi Si Kecil dari Covid-19 dengan Penuhi Kebutuhan Nutrisinya )

Obat dexamethasone saat ini memang sedang menjadi buah bibir setelah media Inggris BBC memberitakan bahwa dexamethasone disetujui sebagai obat penyelamat untuk pasien infeksi COVID-19 yang berat. Informasi seputar riset dexamethasone sendiri berasal dari laporan ketua tim peneliti Universitas Oxford. Riset tersebut belum dipublikasi di jurnal kedokteran, tapi informasi awal soal efektivitas dexamethasone sudah disiarkan pada publik.

Ari memaparkan, dexamethasone menjadi obat pertama yang dapat memperbaiki survival pasien COVID-19. Penelitiannya dilakukan terhadap 2.104 pasien yang mendapat dexamethasone 6 mg per hari, baik secara oral ataupun intra vena selama 10 hari dan dibandingkan dengan 4.321 pasien yang tidak mendapat tambahan obat dexamethasone. Pada pasien yang tidak mendapat dexamethasone, angka kematian tertinggi terjadi pada mereka yang membutuhkan ventilator sebanyak 41%. Sementara pasien yang hanya menggunakan oksigen angka kematiannya 25%, dan pasien yang tidak membutuhkan intervensi respirasi terjadi angka kematian 13%.

"Pada kelompok pasien yang mendapatkan dexamethasone ternyata terjadi penurunan kematian 1/3 kasus dari yang membutuhkan ventilator, dan hanya 1/5 pada kelompok pasien yang mendapatkan oksigen. Sedangkan pada kelompok pasien yang tidak membutuhkan bantuan respirasi, pemberian dexamethasone tidak memengaruhi angka kematian," beber Ari.

"Jadi jelas, dari hasil penelitian ini dexamethasone mempunyai efek terapi pada pasien COVID-19 dengan infeksi yang berat dan sedang, serta tidak mempunyai efek pada pasien COVID-19 yang ringan. Informasi ini penting diketahui oleh masyarakat kedokteran dan masyarakat umum. Pada kasus yang ringan saja tidak efektif, apalagi jika obat ini digunakan untuk pencegahan infeksi COVID-19," tambah Dekan FKUI itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
Gaya Hidup Sehat Perempuan...
Gaya Hidup Sehat Perempuan Dimulai dari Deteksi Dini
Imunodefisiensi Primer...
Imunodefisiensi Primer Masih Sulit Terdeteksi, IPIPS Ungkap Fakta dan Tantangan di Indonesia
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
9 WNI Jalani Pemeriksaan...
9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Kembali ke Indonesia
Rekomendasi
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved