Menelusuri Kekayaan Ragam Corak Batik Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:07 WIB
loading...
A A A
Kampung Batik Trusmi, Cirebon

Menelusuri Kekayaan Ragam Corak Batik Indonesia


Sentra seni batik indah lainnya dapat ditemukan di kota Cirebon di pesisir utara Provinsi Jawa Barat.

Batik Cirebon lebih banyak dikenal dengan sebutan Batik Trusmi. Hal ini karena Batik Cirebon dapat dijumpai di desa Trusmi, terletak sekitar 4 KM sebelah barat pusat kota. Lokasi tersebut menjadi jantung dari produksi Batik Cirebon. Di sini kita dapat menemukan bahan dan seni batik Cirebon yang terbaik.

Di Kampung Trusmi, ada lebih dari 1.000 perajin batik yang bekerja setiap hari untuk menghasilkan karya-karya bagus ini. Bukan hanya penduduk desa dari Trusmi sendiri tapi juga dari daerah terdekat seperti Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan Kalitengah. Di sini, di sepanjang jalan utama 1.5KM, kita akan menemukan deretan toko dan showroom Batik Trusmi yang berbaris di jalanan yang menampilkan produk terbaik mereka. Saat ini, mengikuti tren dunia maya, ada juga toko yang menjual Batik Trusmi secara daring.

Secara umum ornamen batik Cirebon bisa dikelompokkan menjadi 5 kelompok yakni Wadasan, Geometrik, Pangkaan (Buketan), Byur, dan Semarangan. Sejarah Batik di Kampung Trusmi diyakini telah diprakarsai oleh seorang pemimpin agama Islam dengan nama Ki GedeTrusmi yang merupakan pengikut setia Sunan Gunung Jati (salah satu Wali Songo atau 9 Wali Islam yang pertama kali menyebarkan Islam di Pulau Jawa).

Kampung Batik Palbatu, Jakarta
Menelusuri Kekayaan Ragam Corak Batik Indonesia

antaranews.com

Batik Jakarta disebut juga batik Betawi. Memang tak sepopuler batik Cirebon, Pekalongan, Madura, apalagi batik Solo dan Yogyakarta, namun batik Betawi memiliki warna-warna yang khas. Konsentrasi pengrajin batik Betawi berada di Kampoeng Batik Palbatu, di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Menariknya, jalan-jalan dan dinding yang ada di tempat tersebut dipenuhi dengan batik, ya karena tempat itu dinamakan dengan Kampoeng Batik.

Untuk memudahkan para pengunjung menuju Rumah Batik Palbatu, tersedia beberapa papan penunjuk jalan yang akan mengarahkan pengunjung sampai ke lokasi.
Beberapa meter dari jalan masuk, berbagai motif batik terlukis indah di samping kanan dan kiri tembok bangunan. Coraknya beragam, mulai dari batik Solo, Yogyakarta, Pemalang, Cirebon, dan batik daerah lainnya. Pada salah satu gang, ukiran batik bercorak awan khas Cirebon. Pada gang lainnya, ada batik bergambarkan kesenian khas Jakarta, Ondel-ondel.

Di Kampoeng Batik Palbatu kita dapat temukan beberapa gerai batik, yaitu Rumah Batik Palbatu yang juga berfungi sebagai pusat kegiatan, Gerai Batik Nonna dan Gerai Batik Prasadi. Dan digerai tersebut dihadirkan kain-kain Batik Motif Palbatu dengan beragam corak dan warna, diantaranya adalah motif topeng betawi, motif kembang api dan motif burung gelatik buah rambutan.

Di lokasi ini, para pengrajin juga mengajari para wisatawan proses membatik. Harapannya, para generasi muda mewarisi tradisi batik Jakarta. Kampoeng Batik Palbatu pernah mendapatkan dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. Para pengrajin batik Jakarta membuat motif batik pada kain 133,9 meter.

Batik Pekalongan

Menelusuri Kekayaan Ragam Corak Batik Indonesia

setapaklangkah.com

Daerah lain yang menyimpan kekayaan budaya yaitu Pekalongan dengan Batik Pekalongannya. Batik Pekalongan dikenal sebagai batik paling kaya warna. Batik pesisir ini lebih terkenal dengan ragam hiasnya yang bersifat naturalis serta dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Bahkan, dalam sehelai kain batik Pekalongan .kita dapat menjumpai hingga 8 warna yang berani, dan kombinasi yang dinamis. Karakteristik batik pekalongan yang khas adalah motif batik yang lebih banyak dipengaruhi unsur luar.

Motif batik pekalongan memiliki berbagai macam ciri khas. Ada motif batik pekalongan khas India, Persia, Turki, Belanda, Tiongkok, hingga Jepang. Motif batik pekalongan terus berubah mengikuti zaman, misalnya, motif hokokai batik Pekalongan banyak dibuat saat masa penjajahan Jepang. Ada juga motif batik buketan yang terinspirasi dari budaya Belanda. Motif yang paling populer dan terkenal dari Pekalongan adalah motif batik Jlamprang. Motif ini dipengaruhi dari budaya Gujarat.Keunggulan berbagai motif batik yang menyesuaikan budaya pasar ini membuat batik pekalongan banyak diminati sejak dulu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved