Latihan Pernapasan untuk Penyintas Covid-19

Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:15 WIB
loading...
Latihan Pernapasan untuk...
Para ahli tengah meneliti apa saja dampak kesehatan jangka panjang yang ditimbulkan akibat Covid-19. Foto/dok
A A A
Para ahli tengah meneliti apa saja dampak kesehatan jangka panjang yang ditimbulkan akibat Covid-19 . Ternyata salah satu efek yang telah diketahui adalah beberapa pasien yang sudah sembuh dari infeksi virus tersebut menderita fibrosis paru (gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut di organ paru). Jumlah penderitanya pun semakin meningkat.

Pasien SARS yang sudah sembuh dari outbreak yang pernah terjadi pada 2003 silam juga menderita fibrosis paru. Fungsi paru yang tidak normal tersebut akan menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, bahkan ketika hanya melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan atau mengenakan pakaian. (Baca: Nasihat Indah Aa Gym: Jangan Mempersulit Diri!)

Nah, latihan pernapasan teratur dapat meningkatkan pengembangan paru dan menguatkan otot pernapasan yang membuat kapasitas paru untuk menyediakan oksigen lebih besar. Pernapasan diafragma bisa dilakukan sebagai permulaan. Untuk mendapatkan jumlah oksigen yang maksimal ketika menarik napas, tubuh akan menggunakan otot-otot pernapasan, termasuk diafragma.

Adalah Andrew Weil MD, Direktur Center for Integrative Medicine di University of Arizona, yang memopulerkan teknik pernapasan ini. Bernapas perlahan dan dalam diyakini dapat menurunkan tingkat stres.

“Ini adalah teknik relaksasi yang terbaik yang saya tahu. Butuh beberapa waktu, tidak butuh alat, dan tanpa biaya apa pun. Anda harus mempraktikkannya dua kali sehari. Dengan terus berlatih, dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah, menyehatkan sistem pencernaan, membuat mudah tidur, dan mencegah kegelisahan,” papar Dr Weil dikutip dari medium.com. (Baca juga: PSBB Diperpanjang, Sekolah di Jakarta Belum Bisa Terapkan Tatap Muka)

Teknik bernapas ini disebut juga pursed lip breathing (PLB), yakni teknik pernapasan dengan mengeluarkan napas melalui bibir yang mengerut (kerucut) dan bernapas melalui hidung dengan mulut tertutup. Tenaga medis seperti dokter, perawat, ahli terapi fisik, ahli terapi okupasi, hingga ahli terapi pernapasan mengajarkan teknik ini kepada pasien untuk meredakan sesak napas dan meningkatkan pernapasan dalam. Baik pernapasan diafragma, PLB, dan teknik bernapas yoga terbukti dapat meningkatkan fungsi paru. Ketiganya juga sudah terbukti menunjukkan peningkatan kemampuan bernapas pasien fibrosis paru, termasuk kemampuan untuk berjalan lebih jauh bagi pasien PPOK. (Lihat videonya: Kelompok Geng Motor di Medan Terjaring Razia Polisi)

Para ahli dari Loma Linda University di California merekomendasikan penyintas Covid-19 memulai latihan pernapasan segera setelah tidak lagi tergantung pada terapi oksigen atau tidak mengalami sesak napas. Sementara peneliti dari Kanada juga menganjurkan hal serupa. Latihan pernapasan ini disarankan 1–3 kali sehari selama 10 menit masing-masing (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Berita Terkini
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved