Rentan Terkena Covid-19, Jaga dan Lindungi Lansia
Rabu, 14 Oktober 2020 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
“Perlu diwaspadai bahwa gejala klinis infeksi pada lansia dapat tidak khas, termasuk pada kasus infeksi Covid-19 . Keluhan demam bisa tidak dijumpai. Keluhan yang terjadi bisa berupa tidak nafsu makan, tampak lesu/lelah, gangguan penghidu, menjadi mengompol, jatuh, atau perubahan kesadaran (seperti bicara meracau, gelisah),” papar dr. Purwita.
Di saat yang sama lansia juga harus tercukupi kebutuhannya. Meliputi cukup asupan gizi, aktivitas fisik, tidur, persediaan dan cukup perhatian. Asupan gizi seimbang dengan memperhatikan kecukupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral harus dipenuhi bagi lansia. Jenis dan konsistensi makanan disesuaikan dengan kondisi medis, kemampuan makan, mengunyah, dan menelan, serta preferensi lansia. Lansia juga disarankan tetap melakukan aktivitas fisik secara rutin di rumah. Misalnya dengan latihan jasmani bersama teman yang dilakukan virtual.
Upayakan lansia dapat cukup beristirahat, serta mencapai kualitas dan kuantitas tidur yang cukup, yaitu sekitar 6-8 jam sehari atau lebih. Untuk persediaan, yang dimaksud adalah ketersediaan obat-obatan rutin dan barang kebutuhan sehari-hari di rumah. Pembelian dapat dibantu oleh keluarga/pelaku rawat atau dipesan secara online.
“Tak kalah penting ialah perhatian dari lingkungan sekitar terutama keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia. Keluarga merupakan sumber penting kasih sayang, motivasi/semangat, bantuan, dan interaksi sosial,” pungkas dr. Purwita. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
Adapun batasan usia lansia menurut WHO (World Health Organization) ada empat tahapan usia yaitu usia pertengahan (middle age) berusia 45-59 tahun, lanujut usia berusia 60-74 tahun, lanjut usia tua (gold) berusia 75-90 tahun dan usia sangat tua (very old) berusia 90 tahun ke atas. (Sri Noviarni)
Di saat yang sama lansia juga harus tercukupi kebutuhannya. Meliputi cukup asupan gizi, aktivitas fisik, tidur, persediaan dan cukup perhatian. Asupan gizi seimbang dengan memperhatikan kecukupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral harus dipenuhi bagi lansia. Jenis dan konsistensi makanan disesuaikan dengan kondisi medis, kemampuan makan, mengunyah, dan menelan, serta preferensi lansia. Lansia juga disarankan tetap melakukan aktivitas fisik secara rutin di rumah. Misalnya dengan latihan jasmani bersama teman yang dilakukan virtual.
Upayakan lansia dapat cukup beristirahat, serta mencapai kualitas dan kuantitas tidur yang cukup, yaitu sekitar 6-8 jam sehari atau lebih. Untuk persediaan, yang dimaksud adalah ketersediaan obat-obatan rutin dan barang kebutuhan sehari-hari di rumah. Pembelian dapat dibantu oleh keluarga/pelaku rawat atau dipesan secara online.
“Tak kalah penting ialah perhatian dari lingkungan sekitar terutama keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia. Keluarga merupakan sumber penting kasih sayang, motivasi/semangat, bantuan, dan interaksi sosial,” pungkas dr. Purwita. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
Adapun batasan usia lansia menurut WHO (World Health Organization) ada empat tahapan usia yaitu usia pertengahan (middle age) berusia 45-59 tahun, lanujut usia berusia 60-74 tahun, lanjut usia tua (gold) berusia 75-90 tahun dan usia sangat tua (very old) berusia 90 tahun ke atas. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :