Peneliti di Inggris Temukan Pasien Covid-19 Alami Gangguan Pendengaran Mendadak
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 15:41 WIB
loading...
Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa infeksi virus corona baru dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen mendadak pada beberapa pasien. / Foto: Ilustrasi/Business Insider
A
A
A
JAKARTA - Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa infeksi virus corona baru dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen mendadak pada beberapa pasien. Menurut para ilmuwan, termasuk dari University College London di Inggris, kesadaran akan kemungkinan efek samping ini penting karena pengobatan steroid yang tepat dapat membalikkan gangguan pendengaran.
(Baca juga: 8 Manfaat Seks Pagi Hari untuk Kesehatan, Pereda Stres hingga Bikin Awet Muda )
Sebagaimana dilansir Times Now News, Jumat (16/10), para ilmuwan mengatakan, meski penyebabnya tidak terlalu jelas, namun kondisi ini terkadang mengikuti infeksi virus, seperti flu atau herpes.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Case Reports itu menggambarkan kasus seorang pria berusia 45 tahun dengan asma yang dirujuk ke Royal National, setelah tiba-tiba mengalami gangguan pendengaran di salah satu telinga saat dirawat karena Covid-19 .
Menurut para ilmuwan, pasien telah dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 yang telah berlangsung selama 10 hari. Di mana dia dipindahkan ke perawatan intensif karena berjuang untuk bernapas.
(Baca juga: 8 Manfaat Seks Pagi Hari untuk Kesehatan, Pereda Stres hingga Bikin Awet Muda )
Sebagaimana dilansir Times Now News, Jumat (16/10), para ilmuwan mengatakan, meski penyebabnya tidak terlalu jelas, namun kondisi ini terkadang mengikuti infeksi virus, seperti flu atau herpes.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Case Reports itu menggambarkan kasus seorang pria berusia 45 tahun dengan asma yang dirujuk ke Royal National, setelah tiba-tiba mengalami gangguan pendengaran di salah satu telinga saat dirawat karena Covid-19 .
Menurut para ilmuwan, pasien telah dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 yang telah berlangsung selama 10 hari. Di mana dia dipindahkan ke perawatan intensif karena berjuang untuk bernapas.
Lihat Juga :