Terganggu karena Sariawan? Perhatikan Do dan Don't Ini!
Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:14 WIB
loading...
Sariawan walau kecil namun tetap saja mengganggu. Foto Ilustrasi/Wcdentalarts.com
A
A
A
JAKARTA - Sariawan walau kecil namun tetap saja mengganggu. Ini adalah peradangan yang terjadi di dalam rongga mulut, yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, atau luka yang dapat disertai perdarahan. Lokasinya bisa di mukosa pipi bagian dalam, mukosa bibir, lidah, gusi, langit-langit mulut, hingga dasar rongga mulut.
Sariawan terasa nyeri sampai menimbulkan kesulitan makan dan berbicara pada penderitanya. Sariawan memiliki tanda khas yaitu seperti kawah, berbentuk oval atau bulat, pinggirannya berwarna merah karena menunjukkan ada peradangan, dasar luka berwarna putih kekuningan, dan timbulnya rasa nyeri. Umumnya kondisi ini menetap satu hingga dua minggu dengan sebagian besar sembuh sendiri.
(Baca Juga: Begini Cara Bersepeda Aman Pada Masa Pandemi )
“Sariawan pada bayi dan anak umumnya disebabkan oleh jamur, terinfeksi virus, kesalahan menggosok gigi, tergigit atau terjatuh dan imunitas tubuh yang kurang baik,” ujar dr. Herwanto, Sp.A dalam Webinar Kalbe Edukasi Kesehatan Mulut pada Bayi dan Anak belum lama ini.
Dokter di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, itu melanjutkan, sariawan pada bayi dan anak akan hilang satu sampai dua minggu, namun jika tidak sembuh, atau ukuran membesar disertai demam dan timbul terus-menerus, disarankan konsultasi ke dokter agar mendapatkan obat yang tepat untuk mengurangi rasa sakit.
Hampir semua orang di dunia pernah mengalami gangguan di mulut ini, paling tidak seumur hidup sekali. Untuk diketahui, dalam satu waktu, beberapa orang bisa saja mendapatkan lebih dari satu sariawan. Hal itu pasti membuat rasa nyeri semakin bertambah parah. Keadaan tersebut bisa saja disebabkan mulut bagian kiri tak sengaja tergigit, di waktu lain giliran bagian mulut yang kanan. Jadi meskipun dapat sembuh sendiri, tapi kita tetap perlu obat agar cepat sembuh mengingat rasa sakit yang ditimbulkannya.
Sariawan terasa nyeri sampai menimbulkan kesulitan makan dan berbicara pada penderitanya. Sariawan memiliki tanda khas yaitu seperti kawah, berbentuk oval atau bulat, pinggirannya berwarna merah karena menunjukkan ada peradangan, dasar luka berwarna putih kekuningan, dan timbulnya rasa nyeri. Umumnya kondisi ini menetap satu hingga dua minggu dengan sebagian besar sembuh sendiri.
(Baca Juga: Begini Cara Bersepeda Aman Pada Masa Pandemi )
“Sariawan pada bayi dan anak umumnya disebabkan oleh jamur, terinfeksi virus, kesalahan menggosok gigi, tergigit atau terjatuh dan imunitas tubuh yang kurang baik,” ujar dr. Herwanto, Sp.A dalam Webinar Kalbe Edukasi Kesehatan Mulut pada Bayi dan Anak belum lama ini.
Dokter di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, itu melanjutkan, sariawan pada bayi dan anak akan hilang satu sampai dua minggu, namun jika tidak sembuh, atau ukuran membesar disertai demam dan timbul terus-menerus, disarankan konsultasi ke dokter agar mendapatkan obat yang tepat untuk mengurangi rasa sakit.
Hampir semua orang di dunia pernah mengalami gangguan di mulut ini, paling tidak seumur hidup sekali. Untuk diketahui, dalam satu waktu, beberapa orang bisa saja mendapatkan lebih dari satu sariawan. Hal itu pasti membuat rasa nyeri semakin bertambah parah. Keadaan tersebut bisa saja disebabkan mulut bagian kiri tak sengaja tergigit, di waktu lain giliran bagian mulut yang kanan. Jadi meskipun dapat sembuh sendiri, tapi kita tetap perlu obat agar cepat sembuh mengingat rasa sakit yang ditimbulkannya.
Lihat Juga :