Panduan Pemeriksaan Kehamilan di Masa Pandemi

Minggu, 18 Oktober 2020 - 17:16 WIB
loading...
Panduan Pemeriksaan...
Ibu hamil merupakan kelompok yang berisiko tinggi jika terpapar COVID-19. Foto Ilustrasi/Freepik
A A A
JAKARTA - Kehamilan di tengah pandemi mengundang kekhawatiran tersendiri bagi ibu hamil.

Meski begitu, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi RS Pondok Indah (RSPI) dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.OG-KFER, M.Sc menekankan bahwa hamil di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini tidaklah berbahaya bagi janin. Sebab, hingga saat ini belum ada penelitian atau laporan yang menunjukkan adanya penularan virus COVID-19 dari ibu ke janin.

(Baca Juga: BPOM Perlu Lebih Serius Tangani SKM )

“Tapi, ibu hamil merupakan kelompok yang berisiko tinggi jika terpapar COVID-19. Makanya, selain memperhatikan gizi dan nutrisi, ibu hamil juga sebaiknya tidak bepergian,” saran dr. Yassin dalam webinar yang diadakan RSPI.



Risiko COVID-19 dengan kehamilan masih terus diamati, namun penyakit ini ternyata bisa menyebabkan inflamasi yang luas pada ibu hamil. Untuk itu protokol kesehatan harus selalu dijaga. Selain juga memperhatikan perilaku orang-orang yang tinggal bersama untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan.

Pada kesempatan itu, dr. Yassin membeberkan panduan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi. Bagi ibu hamil dengan risiko rendah, minimal konsultasi kehamilan langsung secara fisik dilakukan enam kali sepanjang kehamilan. Sebaliknya, ibu hamil dengan risiko tinggi, frekuensi konsultasi langsung perlu disesuaikan.

Ibu hamil juga bisa memanfaatkan konsultasi kehamilan melalui telemedicine (telepon atau video call) di luar jadwal yang telah ditentukan. Tetapi, untuk pemeriksaan yang membutuhkan tatap muka langsung seperti USG, tes laboratorium, dan sebagainya, ibu hamil diwajibkan membuat janji terlebih dulu dengan rumah sakit.

(Baca Juga: Laku Hidup Vegetarian Tokoh Dunia, dari RA Kartini hingga Gandhi )

Dr. Yassin menegaskan pemeriksaan USG tidak boleh dilewatkan, hanya saja frekuensinya bisa dikurangi karena berbagai risiko komplikasi akan berjalan begitu saja tanpa terdeteksi secara dini. Apabila ibu hamil mengalami muntah hebat, perdarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, hingga kejang segeralah ke rumah sakit.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Berita Terkini
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Tantangan Fajar Nugra...
Tantangan Fajar Nugra dan Givina Total Main Film Pemikat Jiwa
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved