BPOM Perlu Lebih Serius Tangani SKM

loading...
BPOM Perlu Lebih Serius Tangani SKM
Masih banyak orangtua yang memberikan anak mereka kental manis. Foto Ilustrasi/Thriftyfun.com
A+ A-
JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan aturan tentang label, promosi, dan penggunaan produk kental manis melalui PerBPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Peraturantersebut menyebutkan aturan bakal disosialisasikan selama 30 bulan untuk memberi cukup waktu perbaikan label bagi produsen susu kental dan analognya.

“Nyatanya, setelah 2 tahun berjalan, belum terlihat langkah strategis sosialisasi peraturan untuk masyarakat yang diterapkan oleh pemerintah, baik BPOM maupun Kementerian Kesehatan,” kata Ketua Harian Kopmas Rita Nurini dalam "Webinar Diskusi Terbatas 2 Tahun Per BPOM No. 31 Tahun 2018: Pemerintah Setengah Hati Mengurusi Susu Kental Manis".

(Baca Juga: Terganggu karena Sariawan? Perhatikan "Do" dan "Don't" Ini!)

Masih banyak orangtua yang memberikan anak mereka kental manis. Produk kental manis juga masih disandingkan dengan produk-produk susu, baik susu anak maupun keluarga. Hal ini yang mengakibatkan masih banyak masyarakat tidak paham fungsi kental manis.



Rizal E Halim, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengakui ada inkonsistensi dalam peraturan BPOM tersebut.



“Kental manis walaupun ada kandungan susu, tapi tidak dominan dan itu relatif kecil. Saya setuju dengan apa yang disampaikan Kopmas bahwa ada persoalan inkonsistensi, dan hal itu berpotensi konflik,” ujarnya.



Menurut Rizal, yang bisa dilakukan ke depan, selain mengkritisi peraturan, perlu dilakukan upaya demarketing yang tidak akan mengganggu usaha, sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top