Redakan Kecemasan dengan Self Hypnosis
Senin, 19 Oktober 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
“Tim dokter sudah memasrahkan saya, mereka lebih fokus pada suami karena saya banyak komorbid,” ujar dokter yang praktik di RS Triharsi, RS Hermina Solo, dan RSUD Pemkot Solo ini. (Baca juga: Kemendikbud Akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)
Mengenang sewaktu kritis, ia mengaku berusaha pasrah dan ikhlas dari situ justru bisa timbul ketenangan sembari menyugesti diri bahwa ia akan sembuh dan suaminya juga meyakini hal ini. Dengan pengalaman ini, dr Susi menyarankan agar penderita Covid-19 ataupun orang sehat sekalipun untuk melakukan self hypnosis.
“Berusaha tidak cemas saja kita (bisa) selamat, apalagi dengan ditambahkan afirmasi positif,” imbuhnya.
Ia menamakannya dengan relaksasi self hypnosis. Ini adalah terapi perilaku yang dilakukan pasien di bawah bimbingan dokter atau terapis yang bertujuan mengaktivasi alam bawah sadar. Dengan begitu, tingkat kecemasan dapat ditekan serta menumbuhkan suasana hati yang baik. Hal ini berhubungan dengan peningkatan sistem imunitas kita.
Untuk diketahui, otak manusia terdiri atas otak sadar dan di bawah sadar. Otak atau pikiran sadar hanya berkontribusi 20% terhadap perilaku manusia. Sisanya 80% dikuasai oleh pikiran nirsadar dan digunakan untuk hal yang negatif.
Mengenang sewaktu kritis, ia mengaku berusaha pasrah dan ikhlas dari situ justru bisa timbul ketenangan sembari menyugesti diri bahwa ia akan sembuh dan suaminya juga meyakini hal ini. Dengan pengalaman ini, dr Susi menyarankan agar penderita Covid-19 ataupun orang sehat sekalipun untuk melakukan self hypnosis.
“Berusaha tidak cemas saja kita (bisa) selamat, apalagi dengan ditambahkan afirmasi positif,” imbuhnya.
Ia menamakannya dengan relaksasi self hypnosis. Ini adalah terapi perilaku yang dilakukan pasien di bawah bimbingan dokter atau terapis yang bertujuan mengaktivasi alam bawah sadar. Dengan begitu, tingkat kecemasan dapat ditekan serta menumbuhkan suasana hati yang baik. Hal ini berhubungan dengan peningkatan sistem imunitas kita.
Untuk diketahui, otak manusia terdiri atas otak sadar dan di bawah sadar. Otak atau pikiran sadar hanya berkontribusi 20% terhadap perilaku manusia. Sisanya 80% dikuasai oleh pikiran nirsadar dan digunakan untuk hal yang negatif.
Lihat Juga :