Tanda Penuaan Dini Bisa Disebabkan Hilangnya Kolegan pada Tubuh
Senin, 19 Oktober 2020 - 20:33 WIB
loading...
Tanda-tanda penuaan dini dapat dilihat sedari umur 20an, seperti munculnya kerutan pada kulit dan bintik hitam. Utamanya, disebabkan hilangnya kolagen pada tubuh. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Tanda-tanda penuaan dini dapat kita lihat sedari umur 20an tahun, seperti munculnya kerutan pada kulit, bintik hitam, hilangnya elastisitas pada kulit, rambut rontok, dan lain-lain. Utamanya, hal ini bisa disebabkan oleh hilangnya kolagen pada tubuh. Tak hanya itu, kehilangan kolagen juga dapat mempengaruhi kekuatan tulang, persendian, dan lainnya.
Pada umumnya, level kolagen pada tubuh kita berkurang 1,5% setiap tahunnya dimulai pada umur 25 tahun. Faktor seperti pola makan, merokok, mengonsumsi alkohol, dan paparan sinar matahari juga mempengaruhi berkurangnya kolagen. (Baca juga: Nikita Willy dan Indra Priwaran Rencanakan Bulan Madu ke Antartika )
Hal ini tentu bisa kita cegah dengan memberikan perawatan ekstra kepada tubuh seiring bertambahnya usia, contohnya seperti menggunakan skincare untuk merawat kulit kita.
Namun, perawatan luar saja tidak akan cukup apabila yang ada dalam tubuh kita tidak dirawat. Terlebih, dengan bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh akan berkurang namun kebutuhan kolagen kita semakin meningkat agar tubuh tetap bisa menjaga elastisitas kulit, metabolisme, dan kesehatan sendi. Salah satu cara untuk melakukan perawatan dari dalam adalah dengan mengonsumsi suplemen kolagen untuk menjaga dan meningkatkan jumlah kolagen pada tubuh kita.
“Dalam sebuah jurnal oleh Gabriel Aguirre-Cruz dalam International Peer Reviewed Open Access Journal Antioxidants MDPI dikatakan, kolagen yang dikonsumsi secara oral akan memperbaiki skin properties, seperti elastisitas dan kelembapan kulit. Kolagen juga dikategorikan sebagai bahan yang aman digunakan untuk kulit,” tutur Ahmad Dzaky Hanif selaku Direktur Roove.
Memilih suplemen kolagen pun harus pilih-pilih, selain harus terjamin keamanannya, seperti terdaftar dalam BPOM dan juga tersertifikasi Halal MUI, kita juga harus tau apakah produk suplemen kolagen tersebut bisa memenuhi kebutuhan tubuh atau tidak karena tidak serta-merta jumlah kandungan yang tertera pada komposisi bisa diserap seluruhnya oleh tubuh. Di luar sana, banyak suplemen kolagen dengan partikel kolagen yang besar sehingga lebih sulit diserap oleh tubuh.
Pada umumnya, level kolagen pada tubuh kita berkurang 1,5% setiap tahunnya dimulai pada umur 25 tahun. Faktor seperti pola makan, merokok, mengonsumsi alkohol, dan paparan sinar matahari juga mempengaruhi berkurangnya kolagen. (Baca juga: Nikita Willy dan Indra Priwaran Rencanakan Bulan Madu ke Antartika )
Hal ini tentu bisa kita cegah dengan memberikan perawatan ekstra kepada tubuh seiring bertambahnya usia, contohnya seperti menggunakan skincare untuk merawat kulit kita.
Namun, perawatan luar saja tidak akan cukup apabila yang ada dalam tubuh kita tidak dirawat. Terlebih, dengan bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh akan berkurang namun kebutuhan kolagen kita semakin meningkat agar tubuh tetap bisa menjaga elastisitas kulit, metabolisme, dan kesehatan sendi. Salah satu cara untuk melakukan perawatan dari dalam adalah dengan mengonsumsi suplemen kolagen untuk menjaga dan meningkatkan jumlah kolagen pada tubuh kita.
“Dalam sebuah jurnal oleh Gabriel Aguirre-Cruz dalam International Peer Reviewed Open Access Journal Antioxidants MDPI dikatakan, kolagen yang dikonsumsi secara oral akan memperbaiki skin properties, seperti elastisitas dan kelembapan kulit. Kolagen juga dikategorikan sebagai bahan yang aman digunakan untuk kulit,” tutur Ahmad Dzaky Hanif selaku Direktur Roove.
Memilih suplemen kolagen pun harus pilih-pilih, selain harus terjamin keamanannya, seperti terdaftar dalam BPOM dan juga tersertifikasi Halal MUI, kita juga harus tau apakah produk suplemen kolagen tersebut bisa memenuhi kebutuhan tubuh atau tidak karena tidak serta-merta jumlah kandungan yang tertera pada komposisi bisa diserap seluruhnya oleh tubuh. Di luar sana, banyak suplemen kolagen dengan partikel kolagen yang besar sehingga lebih sulit diserap oleh tubuh.
Lihat Juga :