Lewat Single Kmalasana, Dewa Budjana Ajak Pendengar untuk Rileks
Kamis, 22 Oktober 2020 - 03:23 WIB
loading...
A
A
A
“Bagi saya, karya instrumental itu bisa multitafsir. Tiap pendengar bisa menyepi di manapun, tergantung yang mendengarnya, jadi bebas. Sebetulnya single solo gitar yang saya buat ini adalah cara saya sebagai musisi melalui nada untuk membawa penggemar ke tempat yang tenang seperti tadi, bisa di mana saja, lebih kepada suasananya,” tutur putra pasangan I Desak Nyoman Astawa dan Desak Putu Raka itu.
Seperti album ataupun single solo instrumental Budjana yang lain, hal menarik dalam karya kali ini adalah kolaborasi antara Budjana dengan beberapa musisi internasional ternama. Dalam single "Kmalasana", Budjana mengajak Simon Phillips -drummer legendaris mantan personel band Toto, dan Carlitos Del Puerto -seorang bassist kelahiran Cuba, pemenang Grammy Awards yang bergaya latin.
Budjana menegaskan bahwa dirinya bukan tak ingin melibatkan musisi lokal dalam karyanya, namun dia melihat itu sebagai proses belajar dalam karier musik. Dengan melibatkan musisi dari berbagai negara dan genre, musik tentu membuatnya bisa belajar semakin luas.
“Sejujurnya, bukan nggak mau kerja bareng musisi dalam negeri dalam album solo, tapi tiap garap album solo itu seperti sekolah buat saya. Makanya musisinya lebih tua karena musisi yang itu dulu saya tonton dan kagumi bagaimana dulu bisa main seperti ini dan akhirnya belajar dari sana. Jadi album seperti layaknya tesis atau skripsi, layaknya sekolah atau kuliah,” papar suami Putu Borrawati itu.
Seperti album ataupun single solo instrumental Budjana yang lain, hal menarik dalam karya kali ini adalah kolaborasi antara Budjana dengan beberapa musisi internasional ternama. Dalam single "Kmalasana", Budjana mengajak Simon Phillips -drummer legendaris mantan personel band Toto, dan Carlitos Del Puerto -seorang bassist kelahiran Cuba, pemenang Grammy Awards yang bergaya latin.
Budjana menegaskan bahwa dirinya bukan tak ingin melibatkan musisi lokal dalam karyanya, namun dia melihat itu sebagai proses belajar dalam karier musik. Dengan melibatkan musisi dari berbagai negara dan genre, musik tentu membuatnya bisa belajar semakin luas.
“Sejujurnya, bukan nggak mau kerja bareng musisi dalam negeri dalam album solo, tapi tiap garap album solo itu seperti sekolah buat saya. Makanya musisinya lebih tua karena musisi yang itu dulu saya tonton dan kagumi bagaimana dulu bisa main seperti ini dan akhirnya belajar dari sana. Jadi album seperti layaknya tesis atau skripsi, layaknya sekolah atau kuliah,” papar suami Putu Borrawati itu.
Lihat Juga :