Sahur Tak Boleh Dilewatkan, Ini Alasannya
Kamis, 07 Mei 2020 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan lupa sayur dan buah. Jelang imsak, Anda harus makan lagi, makan yang seratnya tinggi. Buah atau sayur ngemilnya, jangan cake. Hati-hati supaya kadar gula darah tetap stabil. Naiknya pelan-pelan, turun juga pelan-pelan," jelasnya.
Saat sahur, penting juga untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Meskipun ketika berpuasa ada perubahan pola makan dan minum, tubuh masih membutuhkan asupan cairan yang sama dengan hari-hari biasa, yaitu 8 gelas atau 2 liter setiap hari. Kecukupan hidrasi sesuai kebutuhan atau biasa disebut dengan hidrasi sehat, berperan untuk mengatur suhu tubuh, pembentukan sel dan keseimbangan cairan tubuh, serta berfungsi sebagai pelarut pada proses pencernaan makanan.
Apalagi air dapat mencapai sel tubuh dalam 5 menit setelah masuk saluran cerna. Inilah mengapa perlu minum air yang berkualitas saat berbuka puasa, setelah makan, dan pada saat sahur. "Sahur jangan lupa minum karena metabolisme kita butuh pembakaran, kita ingin tetap ramping, lemak-lemak harus dibakar. Paling tidak di sahur itu minum 3 gelas, kalau bisa 4 gelas," sebut Dr. Samuel.
Seluruh asupan yang dikomsumsi saat puasa akan menjadi penyedia energi yang besar bagi kita untuk menjalankan berbagai aktivitas. Makanan tersebut akan diserap secara perlahan sehingga menginjak pukul 10.00-11.00 tubuh masih melakukan penyerapan, artinya tubuh masih akan merasakan kenyang serta memiliki energi.
"Jadi puasa itu kuncinya. Kita harus menyiapkan sumber yang namanya glukosa, glikogen, kita berikan karbohidrat yang kompleks. Kompleks itu penyerapannya pelan-pelan. Waktu sahur diserap pelan-pelan sehingga waktu jam 10.00-11.00 masih ada penyerapan. Dengan begitu sewaktu dia naik pelan-pelan, turunnya juga pelan-pelan sehingga kadar gula di dalam darah masih awet," pungkas Dr. Samuel.
Saat sahur, penting juga untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Meskipun ketika berpuasa ada perubahan pola makan dan minum, tubuh masih membutuhkan asupan cairan yang sama dengan hari-hari biasa, yaitu 8 gelas atau 2 liter setiap hari. Kecukupan hidrasi sesuai kebutuhan atau biasa disebut dengan hidrasi sehat, berperan untuk mengatur suhu tubuh, pembentukan sel dan keseimbangan cairan tubuh, serta berfungsi sebagai pelarut pada proses pencernaan makanan.
Apalagi air dapat mencapai sel tubuh dalam 5 menit setelah masuk saluran cerna. Inilah mengapa perlu minum air yang berkualitas saat berbuka puasa, setelah makan, dan pada saat sahur. "Sahur jangan lupa minum karena metabolisme kita butuh pembakaran, kita ingin tetap ramping, lemak-lemak harus dibakar. Paling tidak di sahur itu minum 3 gelas, kalau bisa 4 gelas," sebut Dr. Samuel.
Seluruh asupan yang dikomsumsi saat puasa akan menjadi penyedia energi yang besar bagi kita untuk menjalankan berbagai aktivitas. Makanan tersebut akan diserap secara perlahan sehingga menginjak pukul 10.00-11.00 tubuh masih melakukan penyerapan, artinya tubuh masih akan merasakan kenyang serta memiliki energi.
"Jadi puasa itu kuncinya. Kita harus menyiapkan sumber yang namanya glukosa, glikogen, kita berikan karbohidrat yang kompleks. Kompleks itu penyerapannya pelan-pelan. Waktu sahur diserap pelan-pelan sehingga waktu jam 10.00-11.00 masih ada penyerapan. Dengan begitu sewaktu dia naik pelan-pelan, turunnya juga pelan-pelan sehingga kadar gula di dalam darah masih awet," pungkas Dr. Samuel.
(tsa)
Lihat Juga :