Hindari Penyakit Risiko Tinggi yang Bisa Mengancam Nyawa

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 09:08 WIB
loading...
A A A
Bahkan, di salah satu rumah sakit yang concern terhadap TB seperti di RS Persahabatan ada tim ahli kedokteran dan psikologis yang mengamati kemungkinan reaksi apabila pasien minum obat dalam jangka waktu lama. Langkah selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil.

Penyakit lain yang konon membunuh penderitanya ialah kanker. Di antara semua kanker, kanker paru kini menjadi kanker pembunuh nomor satu. Di Indonesia, 14% dari total kematian karena kanker disebabkan kanker paru. Di dunia pun kanker paru menjadi yang paling banyak ditemukan pada pria dan wanita, menurut data Globocan 2018.

Evlina Suzanna, dokter dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, mengatakan, di Indonesia rata-rata harapan hidup penderita kanker paru itu sangat rendah, yakni hanya 13 bulan. Hal itu terjadi karena sebelumnya tidak adanya deteksi dini yang standar dan tidak ada gejala klinis yang spesifik.

Gejala kanker paru tidak khas seperti batuk, nyeri dada, nafas pendek. Siapa pun bisa memiliki gejala seperti itu, begitu juga penyakit lain memiliki seperti ini sehingga dokter umum jarang yang menduga ini kanker paru. Bahkan, sering disangka penyakit paru-paru basah, padahal itu kanker paru stadium empat.

Kanker paru begitu berbahaya karena organ paru-paru terdiri atas banyak pembuluh darah. Paru-paru juga memompa darah ke seluruh tubuh sehingga jika ada kanker di paru tentu akan cepat menyebar. "Kalau kanker payudara menyebar ke paru berarti sudah stadium empat. Apalagi, kanker yang di paru, primernya di mana kanker lain sudah stadium lanjut. Kanker paru, walaupun cuma satu sentimeter, mudah menyebar," ungkap Evlina.

Kendala yang dihadapi penderita kanker paru juga cukup besar, yakni saat pengambilan sampel untuk diagnosis. Ada standar baku emas diagnostik bukan hanya menerawang untuk menentukan stadium sehingga harus biopsi atau diambil sampel sel kanker. Paru-paru merupakan organ dalam yang menyulitkan bagi dokter. Perlu kehati-hatian kalau salah tusuk paru-paru bisa kempis. (Baca juga: Ini Dia Wasit yang Memimpin Laga El Clasico)

Dokter untuk biopsi ini juga bukan cuma spesialis paru, tetapi dokter onkologi kekhususan kanker sehingga punya keahlian untuk biopsi. Jumlah jaringan yang diambil untuk sampel harus cukup karena akan ada beberapa tingkatan yang harus dilalui. Misal, tingkat seluler lalu lanjut terapi kemudian berhenti di radiasi atau kemoterapi.

Hambatan kedua teknologi itu juga tidak mudah karena masuk ke tingkat gen dari sel tersebut. Karena itu, dibutuhkan keahlian sendiri lagi untuk menentukan pemeriksaan. "Biopsi merupakan tahapan paling penting setelah seseorang dicurigai mengidap kanker. Sebelum masuk pengobatan harus ada tool diagnostic," ungkap Evlina.

Pada tahap ini dibutuhkan kerja sama antara dokter dan pasien karena pembedahan dilakukan dengan posisi yang terkadang tidak nyaman bagi pasien. Untuk mendiagnosis saja sudah dilakukan pelatihan terhadap 40 tenaga ahli patologi yang tersebar di 14 provinsi. Pihaknya juga mencoba untuk menyikapi diagnostik yang tercantum untuk diberikan kepada pasien. ”Supaya nantinya mendapat akses pengobatan atau studi genetik lain bisa diakses," sambung Evlina.

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta mendata, setiap tahun tiga kanker yang selalu ditemukan terdiagnosis pada pasien baru masih sama dari tahun ke tahun: kanker payudara, kanker paru, dan kanker serviks. Ketiga kanker ini selalu bertambah setiap tahunnya. Parahnya, sampai saat ini 60-70% ditemukan sudah dalam stadium lanjut. Ini yang membuat angka kematian tinggi.

Kanker secara umum memang menjadi hal yang menakutkan karena bisa menyerang siapa saja. Bukan hanya mereka yang memiliki riwayat penyakit ini, namun siapa pun bisa, tergantung gen mereka yang rentan akan sel kanker tertentu atau istilahnya kerentanan genetik. (Lihat videonya: Diterjang Angin Puting Beliung, 109 Rumah Rusak di Bekasi Utara)

Kanker payudara dapat dideteksi kerentanannya, tetapi kanker jenis lain belum bisa dideteksi. Tidak sama semua jenis kanker memiliki kerentanan genetik masing-masing. Setiap orang berisiko terkena kanker, tergantung gaya hidupnya, hanya 5% dari faktor keturunan. "Genetik setiap orang berbeda, jadi nanti gen mana di tubuh yang lemah terhadap risiko. Bagi perokok yang sudah lama tapi tidak terkena kanker memang belum ada teknologi yang dapat menunjukkan gen mana yang menjaga badannya tidak terkena kanker," ujar Evlina. (Ananda Nararya)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Waspada! Ini 5 Gejala...
Waspada! Ini 5 Gejala TBC, Batuk Lebih dari 2 Minggu Jadi Tanda Utama
Menkes Budi Gunadi:...
Menkes Budi Gunadi: Setiap 4 Menit Satu Orang Indonesia Meninggal karena TBC
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Kanker Usus Besar Mulai...
Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini
Layanan Stroke Medan...
Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Inovasi Terapi Standar...
Inovasi Terapi Standar Global untuk Penderita Stroke di Indonesia
Rekomendasi
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
Infografis
5 Makanan yang Memicu...
5 Makanan yang Memicu Pikun, Bisa Mengakibatkan Kerusakan Otak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved