Pemerintah dan Swasta Bersinergi Dorong Kiprah Perempuan di UMKM
Rabu, 19 Agustus 2020 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Faktanya, perempuan yang terjun ke ranah wirausaha kian meningkat dari tahun ke tahun. Data di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyebutkan, jumlah perempuan yang menjadi wirausahawan mencapai 14,3 juta orang pada 2018. Di tahun yang sama, kontribusi mereka terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 9,1%.
Sementara menurut data Instellar Indonesia, jumlah pelaku wirausaha perempuan malah lebih banyak lagi. Bukan 14,3 juta, melainkan 30 juta lebih pada 2020 ini. Mereka kebanyakan bergerak di bidang usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).
"Menurut pengalaman kami, dari semua pelaku usaha UMKM dan startup yang ada pada kami, perempuan lebih banyak. Hanya memang sektor digital atau teknologi belum banyak jumlahnya. Tapi, kalau usaha kecil menengah (UKM) yang memiliki dampak sosial, 60% pelakunya adalah perempuan," ungkap Dian Wulandari, Co-Founder Instellar Indonesia.
Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, kata Dian, persentase pertumbuhan pelaku wirausaha perempuan tahun ini dibandingkan 2019 adalah yang tertinggi, yaitu mencapai 21%, sementara dalam skala global 8%.
"Hanya, kebanyakan wirausaha perempuan Indonesia masih berskala mikro, informal, bahkan ultramikro. Besarannya 80%, sementara sisanya barulah yang berskala UKM ke atas. Jadi di satu sisi dari segi jumlah pertumbuhannya sudah baik, hanya kita masih perlu mendorong dari sisi skala usahanya," ungkap Dian.
Dorongan yang dimaksud Dian sejalan dengan value yang dimiliki PT Unilever Indononesia , Tbk, di mana perusahaan multinasional itu sangat memandang penting dukungan bagi perempuan dalam mengembangkan UMKM. Apalagi Unilever mencatat, 30% pedagang eceran yang menjual produk-produk perusahaannya adalah perempuan.
Sementara menurut data Instellar Indonesia, jumlah pelaku wirausaha perempuan malah lebih banyak lagi. Bukan 14,3 juta, melainkan 30 juta lebih pada 2020 ini. Mereka kebanyakan bergerak di bidang usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).
"Menurut pengalaman kami, dari semua pelaku usaha UMKM dan startup yang ada pada kami, perempuan lebih banyak. Hanya memang sektor digital atau teknologi belum banyak jumlahnya. Tapi, kalau usaha kecil menengah (UKM) yang memiliki dampak sosial, 60% pelakunya adalah perempuan," ungkap Dian Wulandari, Co-Founder Instellar Indonesia.
Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, kata Dian, persentase pertumbuhan pelaku wirausaha perempuan tahun ini dibandingkan 2019 adalah yang tertinggi, yaitu mencapai 21%, sementara dalam skala global 8%.
"Hanya, kebanyakan wirausaha perempuan Indonesia masih berskala mikro, informal, bahkan ultramikro. Besarannya 80%, sementara sisanya barulah yang berskala UKM ke atas. Jadi di satu sisi dari segi jumlah pertumbuhannya sudah baik, hanya kita masih perlu mendorong dari sisi skala usahanya," ungkap Dian.
Dorongan yang dimaksud Dian sejalan dengan value yang dimiliki PT Unilever Indononesia , Tbk, di mana perusahaan multinasional itu sangat memandang penting dukungan bagi perempuan dalam mengembangkan UMKM. Apalagi Unilever mencatat, 30% pedagang eceran yang menjual produk-produk perusahaannya adalah perempuan.
Lihat Juga :