Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:05 WIB
loading...
Ratusan Ribu Bayi Meninggal...
Polusi udara sekarang menjadi penyebab kematian dini ke-4 di antara semua risiko kesehatan. Foto Ilustrasi/Romper.com
A A A
JAKARTA - Sebuah analisis komprehensif pertama tentang dampak global polusi udara menemukan bahwa materi partikulat dari polusi di luar ruangan dan rumah tangga berkontribusi pada kematian hampir 500.000 bayi pada bulan pertama kehidupan mereka.

Dalam laporan terbaru State of Global Air 2020 (SoGA 2020) oleh Health Effects Institute bekerja sama dengan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME2) di University of Washington dan University of British Columbia, terungkap bahwa hampir dua pertiga dari kematian ratusan ribu bayi tersebut terkait dengan penggunaan bahan bakar padat seperti arang, kayu, serta kotoran hewan untuk memasak.

(Baca Juga: Pentingnya Konsumsi Buah Kaya Mikronutrien di Masa Pandemi )

Untuk bayi dengan usia muda, sebagian besar kematian terjadi karena komplikasi akibat berat badan lahir yang rendah dan kelahiran prematur. Secara keseluruhan, polusi udara sekarang menjadi penyebab kematian dini ke-4 di antara semua risiko kesehatan. Peringkat ini tepat di bawah kematian akibat merokok dan pola makan yang buruk, menurut laporan tahunan SoGA 2020.

“Kesehatan bayi sangat penting bagi masa depan setiap masyarakat, dan bukti terbaru ini menunjukkan risiko yang sangat tinggi untuk bayi yang lahir di Asia Selatan dan sub-Sahara Afrika,” kata Dan Greenbaum, Presiden HEI melalui siaran resminya, belum lama ini.

Meskipun telah terjadi penurunan secara perlahan dan stabil dalam ketergantungan rumah tangga pada bahan bakar berkualitas rendah, nyatanya polusi udara dari bahan bakar ini terus menjadi faktor kunci dalam kematian bayi usia muda.

Para peneliti mengingatkan bahwa bayi di bulan pertama kehidupan sudah berada pada tahap yang rentan. Telah banyak bukti ilmiah dari berbagai negara yang juga menunjukkan bahwa paparan partikulat polusi udara selama kehamilan akan berdampak pada berat lahir yang rendah serta kelahiran prematur.

Dua kondisi tersebut juga dipastikan memicu komplikasi serius, yang kemudian tercatat menyebabkan sebagian besar kematian pada periode neonatal mencapai 1,8 juta pada 2019. Analisis terbaru SoGA tahun ini memperkirakan bahwa sekitar 20% kematian bayi dalam periode tersebut disebabkan oleh polusi udara ambien dan rumah tangga.

Meskipun kebijakan berkelanjutan di beberapa negara telah menghasilkan perbaikan kualitas udara yang sederhana, laporan ini juga membeberkan bahwa hanya ada sedikit, bahkan tidak ada kemajuan berkelanjutan di beberapa negara-negara paling berpolusi di kawasan Asia Selatan dan Afrika.

Laporan ini juga menggarisbawahi bahwa di saat China kini sedang membuat kemajuan dalam mengurangi polusi udara, negara-negara di Asia Selatan termasuk Nepal, Pakistan, Bangladesh, dan India malah terus mengalami tingkat polusi udara ambien (udara bebas di permukaan bumi) yang sangat tinggi.

Di sisi lain, analisis ini juga mengungkapkan bahwa China dan India bersama-sama bertanggung jawab atas lebih dari setengah total kematian global. Sepanjang 2019, terhitung 2,3 juta kematian terjadi akibat polusi udara.

(Baca Juga: Tips Tampil Cantik di Usia 38 Seperti Kate Middleton )

Laporan SoGA 2020 juga menyoroti tantangan untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh paparan polusi udara rumah tangga dari pembakaran bahan bakar padat yang tidak hanya berdampak pada bayi.

Menurut laporan ini, meski terjadi penurunan sebesar 11% selama dekade terakhir, 49% populasi dunia (yaitu sekitar 3,8 miliar orang) dipastikan masih terpapar polusi udara rumah tangga akibat memasak pada 2019. Kebanyakan dari mereka adalah penduduk yang tinggal di 17 negara. Paparan udara kotor tersebut terkait erat dengan tingkat perkembangan sosiodemografi dan ekonomi negara.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise Spill Tipis Baby Soso, Warganet: Bule Banget!
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita Terkini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Pecahkan Rekor, Ratusan...
Pecahkan Rekor, Ratusan Affiliator Lakukan Siaran Langsung Penjualan Bersama di Satu Lokasi
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Gebrakan Riswandi, Pemuda...
Gebrakan Riswandi, Pemuda Bulukumba yang Bantu UMKM Lokal Lewat Literasi Visual
Infografis
Ratusan Lumba-Lumba...
Ratusan Lumba-Lumba Mati Akibat Sungai Amazon Kering
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved