Adegan Kunci di Avengers: Endgame Ternyata Hasil Improvisasi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 03:00 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu. Di dua film terakhir Avengers, momen improvisasi pun banyak tercipta. Ini termasuk ucapan lucu Drax, yaitu “Kenapa Gamora” di Infinity War. Selain itu, ucapan Peter Parker , yaitu “Tuan Stark, saya merasa tidak enak,” di film yang sama pun ternyata adalah hasil improvisasi Tom Holland, pemeran Peter Parker. Sementara, di Endgame, sebagian besar hal yang berujung pada kematian Iron Man ternyata adalah hasil improvisasi. Sepertinya, adegan dengan Strange itu adalah yang memotivasinya untuk menjentikkan jari. (Baca Juga: Mengapa Doctor Strange Melihat 14.000.605 Masa Depan? )
Dikutip dari Screen Rant, adegan singkat antara Iron Man dan Doctor Strange di ujung Endgame itu memang penting. Yang pertama, adegan itu secara efektif membangun koneksinya dengan Iron Man meskipun hanya sebentar bekerja sama dengannya di Infinity War. Menjadi satu-satunya orang yang tahu kalau itu adalah nasib Tony Stark, cukup menarik kalau itu akan disebut lagi di cerita masa depan Strange, terutama karena tidak ada yang tahu momen itu selain mereka berdua. Kedua, itu juga mengemukakan kalau tangan Strange tidak pernah sembuh meskipun kekuatannya sebagai penyihir terus bertambah. Jari tangan Strange terlihat masih gemetaran saat diangkat di adegan tersebut. Ini adalah referensi pada cerita asal mulanya.
Avengers: Endgame memang sudah lebih dari setahun dirilis di bioskop. Namun, sampai saat ini, film itu masih menjadi buah bibir. Terutama karena masih banyak teori yang bisa digali dari film ini yang dijadikan acuan untu masa depan MCU. Salah satu penulis naskah Endgame, Christopher Markus, mengakui kalau film itu tidak takut menyelam ke momen fan service. (Baca Juga: Ini Cara Doctor Strange Melihat 14 Juta Peluang di Infinity War )
“Film-film ini tidak akan ada tanpa penggemar. Jadi, kalian tahu, sebuah film yang dibuat untuk membuat penggemar frustrasi itu terlihat sedikit bunuh diri. Orang bilang fan service itu seperti kalian mencalokan beberapa ceruk. Maksud saya, kita sudah melihat angka yang dibuat film ini. Penggemar adalah mayoritas pada titik ini. Fan service itu menghormati cerita yang telah muncul sebelumnya. Itu tidak seperti kita menarik telur Paskah yang hanya akan didapatkan tiga orang. Itu hanya meletakkan benang, menjumput nuansa yang telah ada sebelumnya. Saya tidak melihatnya seperti jenis tulisan tertentu,” papar Christopher beberapa waktu lalu seperti dikutip Comic Book.
Dikutip dari Screen Rant, adegan singkat antara Iron Man dan Doctor Strange di ujung Endgame itu memang penting. Yang pertama, adegan itu secara efektif membangun koneksinya dengan Iron Man meskipun hanya sebentar bekerja sama dengannya di Infinity War. Menjadi satu-satunya orang yang tahu kalau itu adalah nasib Tony Stark, cukup menarik kalau itu akan disebut lagi di cerita masa depan Strange, terutama karena tidak ada yang tahu momen itu selain mereka berdua. Kedua, itu juga mengemukakan kalau tangan Strange tidak pernah sembuh meskipun kekuatannya sebagai penyihir terus bertambah. Jari tangan Strange terlihat masih gemetaran saat diangkat di adegan tersebut. Ini adalah referensi pada cerita asal mulanya.
Avengers: Endgame memang sudah lebih dari setahun dirilis di bioskop. Namun, sampai saat ini, film itu masih menjadi buah bibir. Terutama karena masih banyak teori yang bisa digali dari film ini yang dijadikan acuan untu masa depan MCU. Salah satu penulis naskah Endgame, Christopher Markus, mengakui kalau film itu tidak takut menyelam ke momen fan service. (Baca Juga: Ini Cara Doctor Strange Melihat 14 Juta Peluang di Infinity War )
“Film-film ini tidak akan ada tanpa penggemar. Jadi, kalian tahu, sebuah film yang dibuat untuk membuat penggemar frustrasi itu terlihat sedikit bunuh diri. Orang bilang fan service itu seperti kalian mencalokan beberapa ceruk. Maksud saya, kita sudah melihat angka yang dibuat film ini. Penggemar adalah mayoritas pada titik ini. Fan service itu menghormati cerita yang telah muncul sebelumnya. Itu tidak seperti kita menarik telur Paskah yang hanya akan didapatkan tiga orang. Itu hanya meletakkan benang, menjumput nuansa yang telah ada sebelumnya. Saya tidak melihatnya seperti jenis tulisan tertentu,” papar Christopher beberapa waktu lalu seperti dikutip Comic Book.
(alv)
Lihat Juga :