Resto Kecombrang, Magnet Baru Kuliner di Sentul City
Selasa, 03 November 2020 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
"Ini merupakan Resto Kecombrang kedua. Yang pertama ada di kawasan ruko Jungle Land, Sentul City," ujar Maria.
Digunakannya kecombrang sebagai bumbu pada beberapa menu unggulan di restoran ini memang berhasil menciptakan cita rasa yang khas. Rasa asam dan aroma wangi kecombrang membuat masakan terasa lebih segar sekaligus nikmat.
"Banyak konsumen kami yang kembali dan menjadi pelanggan setia karena menyukai aroma dan cita rasa kecombrang," sebut Maria.
Bagi masyarakat Indonesia, kecombrang sudah dikenal dan digunakan sejak ratusan tahun lalu sebagai bumbu masakan. Di kalangan masyarakat Sunda, misalnya, kecombrang digunakan untuk menambah rasa asam pada sambal dan sayur asem. Sementara di Pandegang, Banten, kecombrang alias honje sangat digemari para penikmat ikan bakar sambal honje. Bahkan di sana ada masakan khas bernama angeun lada, yang rasa kecombrangnya sangat dominan.
Bagi Maria dan kawan-kawan, kecombrang diyakini memiliki magnet tersendiri dalam bisnis kuliner. Faktanya, yang menyukai cita rasa kecombrang memang bukan hanya orang Sunda, tetapi juga orang Jawa, Sumatera, dan daerah lain. "Saya punya pelanggan orang Medan, sangat menyukai aneka masakan yang menggunakan kecombrang," ujarnya.
Digunakannya kecombrang sebagai bumbu pada beberapa menu unggulan di restoran ini memang berhasil menciptakan cita rasa yang khas. Rasa asam dan aroma wangi kecombrang membuat masakan terasa lebih segar sekaligus nikmat.
"Banyak konsumen kami yang kembali dan menjadi pelanggan setia karena menyukai aroma dan cita rasa kecombrang," sebut Maria.
Bagi masyarakat Indonesia, kecombrang sudah dikenal dan digunakan sejak ratusan tahun lalu sebagai bumbu masakan. Di kalangan masyarakat Sunda, misalnya, kecombrang digunakan untuk menambah rasa asam pada sambal dan sayur asem. Sementara di Pandegang, Banten, kecombrang alias honje sangat digemari para penikmat ikan bakar sambal honje. Bahkan di sana ada masakan khas bernama angeun lada, yang rasa kecombrangnya sangat dominan.
Bagi Maria dan kawan-kawan, kecombrang diyakini memiliki magnet tersendiri dalam bisnis kuliner. Faktanya, yang menyukai cita rasa kecombrang memang bukan hanya orang Sunda, tetapi juga orang Jawa, Sumatera, dan daerah lain. "Saya punya pelanggan orang Medan, sangat menyukai aneka masakan yang menggunakan kecombrang," ujarnya.
Lihat Juga :