Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat
Rabu, 04 November 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Teknologi mengakselerasi penemuan vaksin baru, faktor kunci yang tidak boleh dikesampingkan dalam prosedur adalah memastikan tingkat keamanannya. Pada dasarnya peneliti dan pengembang vaksin tidak mengompromikan aspek kualitas, daya guna, dan keamanannya, termasuk keamanan vaksin Covid-19 yang nanti hendak ditemukan, harus terjamin. (Baca juga: Infeksi Virus Corona di Eropa Capai 11 Juta)
Untuk aspek keamanan vaksin Covid-19 dimulai sejak fase preklinis, yang diujikan pada hewan, lalu Fase I yang melibatkan relawan manusia, Fase II yang melibatkan ratusan relawan, dan Fase III yang melibatkan ribuan relawan. Pada semua fase, aspek keamanan dan daya guna menjadi perhatian serius. Lebih-lebih pada Fase III, ketika melibatkan ribuan hingga puluhan ribu orang.
Tidak sampai di situ saja, setelah beredar di masyarakat vaksin akan terus dimonitor dan diaudit terus-menerus untuk memastikan keamanan vaksin yang beredar tersebut nantinya. Perlu diketahui juga bahwa Indonesia sangat memungkinkan untuk mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri. Namun, kerja sama dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini bukanlah hal yang tabu. Kerja sama bertujuan untuk mendapatkan data berkualitas tinggi.
Ilmuan di Indonesia juga membuka data-data kajian dalam negeri untuk memberi sumbangsih kepada keilmuan dunia dan menerima input positif dari peneliti luar negeri. “Tanpa kerja sama, saya kira kita mampu, tapi untuk mencapai kemajuan yang pesat dirasa perlu dengan jalan kerja sama antarnegara dan keilmuan dunia,” tandas Prof Ngurah. (Lihat videonya: Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat)
Selama vaksin belum ditemukan atau bahkan sudah ditemukan sekalipun, masyarakat tetap dianjurkan untuk memakai masker, menjaga jarak minimal satu meter, dan mencuci tangan dengan sabun. Ini adalah cara pencegahan yang terbaik hingga saat ini. Perlu kedisiplinan terus untuk mempraktikkan langkah 3M ini secara sepaket agar terhindar dari Covid-19. (Sri Noviarni)
Untuk aspek keamanan vaksin Covid-19 dimulai sejak fase preklinis, yang diujikan pada hewan, lalu Fase I yang melibatkan relawan manusia, Fase II yang melibatkan ratusan relawan, dan Fase III yang melibatkan ribuan relawan. Pada semua fase, aspek keamanan dan daya guna menjadi perhatian serius. Lebih-lebih pada Fase III, ketika melibatkan ribuan hingga puluhan ribu orang.
Tidak sampai di situ saja, setelah beredar di masyarakat vaksin akan terus dimonitor dan diaudit terus-menerus untuk memastikan keamanan vaksin yang beredar tersebut nantinya. Perlu diketahui juga bahwa Indonesia sangat memungkinkan untuk mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri. Namun, kerja sama dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini bukanlah hal yang tabu. Kerja sama bertujuan untuk mendapatkan data berkualitas tinggi.
Ilmuan di Indonesia juga membuka data-data kajian dalam negeri untuk memberi sumbangsih kepada keilmuan dunia dan menerima input positif dari peneliti luar negeri. “Tanpa kerja sama, saya kira kita mampu, tapi untuk mencapai kemajuan yang pesat dirasa perlu dengan jalan kerja sama antarnegara dan keilmuan dunia,” tandas Prof Ngurah. (Lihat videonya: Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat)
Selama vaksin belum ditemukan atau bahkan sudah ditemukan sekalipun, masyarakat tetap dianjurkan untuk memakai masker, menjaga jarak minimal satu meter, dan mencuci tangan dengan sabun. Ini adalah cara pencegahan yang terbaik hingga saat ini. Perlu kedisiplinan terus untuk mempraktikkan langkah 3M ini secara sepaket agar terhindar dari Covid-19. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :