Kekhawatiran Para Ahli tentang Grup K-Pop Aespa, dari Soal Stereotip hingga Pornografi
Kamis, 05 November 2020 - 17:05 WIB
loading...
Para peneliti khawatir girl group Aespa akan makin melanggengkan streotip dan pornografi terhadap tubuh perempuan. Foto/SM Entertainment
A
A
A
JAKARTA - Tenyata, bukan cuma warganet yang mengungkapkan kekhawatirannya terkait penggabungan manusia dan avatar dalam Aespa, grup K-pop terbaru bentukan SM Entertainment .
Aespa adalah girl group yang terdiri dari Karina, Giselle, Winter, dan Ningning. Kehadiran keempat anggotanya ini akan ditemani empat avatar atau tampilan CGI dari masing-masing personel, yang disebut dengan ae-.
Aespa baru akan resmi meluncurkan debutnya pada 17 November mendatang, lewat lagu "Black Mamba". Meski begitu, kontroversi sudah merebak seputar tampilan visual para member dan avatar mereka.
Setelah melihat tampilan Winter dan ae-Winter, seseorang dengan akun Twitter @unebeen menulis, "perbedaan ukuran pinggang ditambah panjang baju yang berbeda dan baju atasan yang lebih terbuka serta tampilan 'tubuh sempurna' .... ini akan jadi sangat toxic aku sudah langsung benci."
Sementara yang lain menulis, "apakah ini berarti para idol ini benar-benar dilihat hanya sebagai sebuah produk?"
![Kekhawatiran Para Ahli tentang Grup K-Pop Aespa, dari Soal Stereotip hingga Pornografi]()
Winter dan ae-Winter. Foto: SM Entertainment
Dalam tulisan di South China Morning Post, Tamar Herman, jurnalis yang bertahun-tahun meliput dunia K-pop dan menulis buku "BTS: Blood, Sweat & Tears" yang terbit pada Agustus lalu, mewawancarai dua orang ahli untuk menanggapi fenomena Aespa.
Yang pertama adalah Lee Hye-jin, asisten profesor klinis bidang komunikasi di University of Southern California, Amerika Serikat.
Hye-jin mengungkapkan, ada perbedaan yang cukup signifikan antara keresahan masyarakat di Korea dan di Barat tentang Aespa.
Aespa adalah girl group yang terdiri dari Karina, Giselle, Winter, dan Ningning. Kehadiran keempat anggotanya ini akan ditemani empat avatar atau tampilan CGI dari masing-masing personel, yang disebut dengan ae-.
Aespa baru akan resmi meluncurkan debutnya pada 17 November mendatang, lewat lagu "Black Mamba". Meski begitu, kontroversi sudah merebak seputar tampilan visual para member dan avatar mereka.
Setelah melihat tampilan Winter dan ae-Winter, seseorang dengan akun Twitter @unebeen menulis, "perbedaan ukuran pinggang ditambah panjang baju yang berbeda dan baju atasan yang lebih terbuka serta tampilan 'tubuh sempurna' .... ini akan jadi sangat toxic aku sudah langsung benci."
Sementara yang lain menulis, "apakah ini berarti para idol ini benar-benar dilihat hanya sebagai sebuah produk?"

Winter dan ae-Winter. Foto: SM Entertainment
Dalam tulisan di South China Morning Post, Tamar Herman, jurnalis yang bertahun-tahun meliput dunia K-pop dan menulis buku "BTS: Blood, Sweat & Tears" yang terbit pada Agustus lalu, mewawancarai dua orang ahli untuk menanggapi fenomena Aespa.
Yang pertama adalah Lee Hye-jin, asisten profesor klinis bidang komunikasi di University of Southern California, Amerika Serikat.
Hye-jin mengungkapkan, ada perbedaan yang cukup signifikan antara keresahan masyarakat di Korea dan di Barat tentang Aespa.
Lihat Juga :