Integrated Living Jadi Pilihan Gaya Hidup di Era New Normal

loading...
Integrated Living Jadi Pilihan Gaya Hidup di Era New Normal
Gaya hidup harus berubah sebab bila kita enggan berubah dan patuh pada protokol kesehatan maka bukan tidak mungkin PSBB ketat akan terus berulang. / Foto: ist
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat situasi menjadi penuh ketidakpastian. Banyak alasan yang mendukung pemahaman bahwa cara kita hidup dan bekerja pada masa depan tidak akan pernah sama dengan era sebelum munculnya pandemi. Kendati demikian, tak ada yang bisa memprediksi secara pasti akan seperti apa gaya hidup yang paling efektif pada masa new normal.

(Baca juga: Selain Bantu Detoksifikasi, Ini Manfaat Lain Mengonsumsi Air Lemon )

Ketidakpastian juga kental terasa dalam sektor ekonomi dengan gunjang-ganjing krisis dan daya beli yang menurun. Penjualan yang menurun sebagai akibat adanya pembatasan kegiatan dan perubahan gaya hidup membuat banyak perusahaan bingung menentukan strategi ke depan agar dapat terus bertahan melewati salah satu tantangan paling berat pada abad ini.

Berangkat dari persoalan akan ketidakpastian di era new normal, TwoSpaces meluncurkan Onyva sebagai referensi yang menghadirkan beragam inovasi dan gaya hidup di era new normal melalui integrated work, live, and play. Termasuk jawaban atas kebutuhan ruang kantor dan kos yang mengedepankan fleksibilitas dan kepatuhan protokol kesehatan.



"Onyva adalah pendekatan kami untuk menyampaikan pemikiran kami akan apa yang bisa ditawarkan pada masyarakat dalam menghadapi era kebiasaaan baru. Gaya hidup harus berubah sebab bila kita enggan berubah dan patuh pada protokol kesehatan maka bukan tidak mungkin PSBB ketat akan terus berulang. Berangkat dari fakta bahwa kita harus berubah, TwoSpaces mencoba memberikan sumbangsih pemikiran yang berkaitan dengan keahlian dan bidang usaha kami sebagai space operator," tutur Chief Executive TwoSpaces Group, Ronni Sofrani dalam keterangan resminya, Jumat (6/11).

Ruang dan tempat berkaitan erat dengan gaya hidup manusianya. Tak heran ketika gaya hidup berubah maka akan berdampak pada penggunaan ruang. Sebagai pengelola coworking, Ronni mengatakan bahwa permintaan akan ruang kantor terus bertumbuh kendati ada perubahan pada jenis permintaan. "Onyva diharapkan bisa menjadi referensi dan acuan bagi mereka yang bimbang akan masa depan berkaitan dengan kebutuhan ruang baik untuk tinggal maupun bekerja," ujarnya.

Salah satu tren baru pada permintaan ruang kantor adalah konsep pengembangan Satellite Office. Sebelum pandemi mayoritas perusahaan mengusung konsep sentralisasi dengan kantor terpusat di satu titik dan menuntut karyawannya berkumpul di kantor pusat. Namun, saat ini lewat berkembangnya konsep Satellite Office, perusahaan mencoba menjalankan desentralisasi di mana kantor disebar ke beberapa titik agar karyawan dapat mengurangi perjalanan menuju kantor.

Melalui Onyva, TwoSpaces mencoba menegaskan akan referensi gaya hidup yang mengutamakan integrasi. Gaya hidup baru ini sebenarnya juga menjadi tren baru di seluruh dunia. Ada beberapa negara yang dengan serius mengkaji konsep "15 minutes city" sebagai konsep perkotaan modern pasca pandemi.

Konsep integrated living sekaligus mempertegas visi TwoSpaces Group untuk menghadirkan ekosistem bisnis baru lewat integrasi multifungsi ruang. "Sejak awal TwoSpaces ingin menghadirkan ekosistem yang mensinergikan coworking, coliving, dan coretail. Situasi Covid-19 membuat kami semakin yakin bahwa kebutuhan integrasi multifungsi ruang semakin mendesak. Bila sebelum Covid-19 kami hendak memecahkan masalah kemacetan saja namun kini adalah masalah yang lebih penting lagi yang ingin kami pecahkan yakni kesehatan," terang Ronni.

(Baca juga: Makanan Pedas Disebut Dapat Bantu Fungsi Paru-Paru )



TwoSpaces juga baru saja meresmikan proyek pertama dengan konsep integrasi coworking, coliving, dan coretail dalam 1 smart building yang berlokasi di Ciputat. "Keberadaan proyek di Ciputat ini melengkapi 4 cabang coworking kami yang sudah beroperasi sejak tahun lalu. Dalam waktu dekat, kami akan meresmikan pembukaan cabang dengan konsep serupa di daerah Tomang, Batu Ceper, Cipete, Intercon Kebon Jeruk, serta proyek bernama Social Hub di daerah Daan Mogot," pungkas Ronni.
(nug)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top