Pariatmojo, Penyandang Netra yang Berbagi Kebahagiaan Lewat Lukisan
Sabtu, 07 November 2020 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Proses awal mula berkarya, mempersiapkan cat, kuas, pensil, kertas dan kanvas dibantu oleh Wawan, teman dekatnya alumni seni rupa ISI Yogyakarta. Wawan juga yang membimbing proses awal Pariatmojo belajar sketsa dan melukis di kertas, dari 2017 hingga 2020. Pada pertengahan 2020, Pariatmojo memulai kembali kiprahnya melukis di kanvas.
Pada praktik melukis, ia menandai dan mengingat warna apa saja yang sudah digoreskan, posisinya serta bentuknya. Menghindari kekeliruan, Pariatmojo memberi tanda pada setiap botol warnanya, mencampur dan mengaduk warna sendiri dengan perkiraan rasa. Berdasar pada pengalaman dan pengetahuan semasa mengikuti kuliah. Mungkin setiap warna yang dicampur tidak sesuai dengan kadar harmoni, namun memenuhi kadar cita rasanya. (Lihat videonya: Pemda DKI Jakarta Berencana Perpanjang PSBB Transisi)
Melukis membuatnya terhibur dan bahagia. Ingatan pengalaman terburuk dikurasnya, dipertontonkannya pada kanvas untuk semua orang. Beban kenangan masa silam kian ringan. Mengurai permasalahan ini pekerjaan yang menuntut kesabaran, ketekunan, telaten dan bimbingan. Selain membutuhkan dukungan moral juga material dari saudara dan kerabatnya.
Di balik peristiwa yang cukup heroik ini, sebuah metode melukis bagi seorang tuna netra sedikit banyak terungkap. Semoga Pariatmojo dapat terus berbagi, memberikan pendidikan atau pelajaran teknik melukis bagi tuna netra. Kini, ia tengah mempersiapkan untuk berpameran tunggal pada Mei 2021 mendatang, di Tirto Kelapa Art Speace, Dusun Glondong, Pakem, Sleman, Yogyakarta.
Yogyakarta, 5 November 2020
Pada praktik melukis, ia menandai dan mengingat warna apa saja yang sudah digoreskan, posisinya serta bentuknya. Menghindari kekeliruan, Pariatmojo memberi tanda pada setiap botol warnanya, mencampur dan mengaduk warna sendiri dengan perkiraan rasa. Berdasar pada pengalaman dan pengetahuan semasa mengikuti kuliah. Mungkin setiap warna yang dicampur tidak sesuai dengan kadar harmoni, namun memenuhi kadar cita rasanya. (Lihat videonya: Pemda DKI Jakarta Berencana Perpanjang PSBB Transisi)
Melukis membuatnya terhibur dan bahagia. Ingatan pengalaman terburuk dikurasnya, dipertontonkannya pada kanvas untuk semua orang. Beban kenangan masa silam kian ringan. Mengurai permasalahan ini pekerjaan yang menuntut kesabaran, ketekunan, telaten dan bimbingan. Selain membutuhkan dukungan moral juga material dari saudara dan kerabatnya.
Di balik peristiwa yang cukup heroik ini, sebuah metode melukis bagi seorang tuna netra sedikit banyak terungkap. Semoga Pariatmojo dapat terus berbagi, memberikan pendidikan atau pelajaran teknik melukis bagi tuna netra. Kini, ia tengah mempersiapkan untuk berpameran tunggal pada Mei 2021 mendatang, di Tirto Kelapa Art Speace, Dusun Glondong, Pakem, Sleman, Yogyakarta.
Yogyakarta, 5 November 2020
(ysw)
Lihat Juga :